Ruangrakyatgarut.id 24 Juni 2026 – Ada getaran harapan yang terasa berbeda di Desa Lembang, Kecamatan Leles. Dari jejak panjang perjuangan di ruang-ruang gerakan, Supriatna, S.Pd kini melangkah dengan tekad yang lebih besar—mengabdikan diri sepenuhnya untuk tanah kelahirannya.
Ia bukan sekadar datang dengan janji, tetapi membawa luka, peluh, dan pengalaman dari perjalanan panjang memperjuangkan suara rakyat kecil. “Parlemen gerakan” yang selama ini ia jalani bukan hanya tempat bersuara, tapi ruang belajar tentang arti ketulusan, keberanian, dan pengorbanan.
Kini, semua itu ingin ia bawa pulang. Ke desa. Ke tengah masyarakat yang selama ini menjadi alasan ia terus bergerak.
“Sudah terlalu lama kita hanya berharap. Saatnya kita bergerak bersama, membangun desa dengan hati, bukan sekadar program,” ucap Supriatna, dengan nada yang sarat makna.
Di balik langkahnya, ada kegelisahan yang tak bisa lagi ia pendam—melihat potensi Desa Lembang yang besar, namun belum sepenuhnya terangkat. Ia percaya, perubahan bukan hal mustahil jika dipimpin dengan kejujuran dan keberpihakan.
Baginya, desa bukan sekadar wilayah administratif. Desa adalah rumah. Tempat di mana harapan tumbuh, dan masa depan ditentukan. Karena itu, ia ingin menghadirkan kepemimpinan yang hadir, yang mendengar, dan yang benar-benar bekerja.
Supriatna ingin setiap anak desa mendapat pendidikan yang layak, setiap warga merasakan pelayanan yang adil, dan setiap potensi lokal diberi ruang untuk berkembang. Ia ingin Lembang bukan hanya dikenal, tapi dibanggakan.
Dukungan yang mengalir dari masyarakat bukan tanpa alasan. Mereka melihat ketulusan dalam setiap langkahnya, dan konsistensi dalam setiap perjuangannya. Sosok yang tidak hanya berbicara, tapi juga bertindak.
“Ini bukan soal jabatan. Ini tentang tanggung jawab. Tentang bagaimana saya bisa membalas apa yang desa ini telah berikan dalam hidup saya,” ungkapnya dengan mata yang penuh harap.
Langkah Supriatna adalah cerminan dari satu keyakinan: bahwa perubahan lahir dari keberanian untuk mengambil tanggung jawab. Dari gerakan menuju kepemimpinan, dari suara menjadi aksi nyata.
Dan di Desa Lembang hari ini, harapan itu mulai menemukan jalannya.
