Ruangrakyatgarut.id 12 Juni 2026 – Pernyataan tegas disampaikan H. Aten Munajat terkait kondisi layanan publik yang dinilai masih jauh dari harapan. Ia menyoroti langsung kinerja pemerintah, khususnya dalam sektor kesehatan dan pendidikan, yang disebutnya belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Aten secara terbuka mengkritik layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) yang masih menuai banyak keluhan. Mulai dari persoalan administrasi berbelit, keterbatasan layanan, hingga ketidakmerataan akses, dinilai menjadi bukti bahwa sistem belum berjalan optimal.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar kendala teknis, melainkan cerminan lemahnya pengawasan dan minimnya keseriusan dalam membenahi sektor kesehatan. Ia menegaskan bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan layak tidak boleh terus diabaikan.
Tak hanya itu, sektor pendidikan juga tak luput dari kritik. Aten menyebut masih adanya ketimpangan akses dan kualitas pendidikan sebagai kegagalan yang harus segera dievaluasi. Ia menilai pemerintah belum sepenuhnya hadir dalam menjamin pemerataan pendidikan, terutama bagi masyarakat di wilayah pinggiran.
“Ini bukan lagi soal program, tapi soal keberpihakan. Kalau pendidikan dan kesehatan saja masih bermasalah, lalu di mana prioritas pemerintah?” tegasnya.
Aten Munajat juga menyoroti kecenderungan pemerintah yang dinilai lamban merespons keluhan masyarakat. Ia menilai banyak aspirasi warga yang hanya berhenti sebagai laporan tanpa tindak lanjut yang jelas.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti pada sekadar menyerap aspirasi, tetapi akan terus mengawal hingga ada perubahan nyata. Bahkan, ia mengisyaratkan akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap instansi terkait jika kondisi ini terus dibiarkan.
Lebih jauh, Aten mengingatkan bahwa krisis kepercayaan publik bisa semakin dalam jika pemerintah tidak segera berbenah. Transparansi dan akuntabilitas, menurutnya, bukan sekadar jargon, melainkan kewajiban yang harus dibuktikan.
“Jangan sampai masyarakat terus dipaksa bersabar, sementara pelayanan tidak kunjung membaik. Ini soal hak dasar, bukan janji politik,” ujarnya.
Pernyataan keras ini menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap pemerintah untuk memperbaiki layanan kesehatan dan pendidikan semakin menguat. Aten Munajat menegaskan, tanpa langkah konkret, persoalan mendasar ini berpotensi terus berulang dan merugikan masyarakat luas.
