Ruangrakyatgarut.id – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, melakukan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di Kampung Pasirjengkol, RT 01/RW 04, Desa Sukalaksana, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Rabu (10/6).
Dalam kunjungannya, Yudha didampingi unsur Pemerintah Desa Sukalaksana untuk meninjau langsung kondisi korban sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga terdampak. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB tersebut menghanguskan dua rumah warga, termasuk rumah panggung milik seorang lansia bernama Nampon yang kini terpaksa mengungsi sementara.
Yudha menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga. Menurutnya, kondisi korban membutuhkan perhatian dan penanganan cepat dari berbagai pihak agar dapat segera bangkit dan kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Pada hari ini saya bersama Pemerintah Desa Sukalaksana menengok langsung seorang lansia korban kebakaran rumah di Kampung Pasirjengkol. Kebakaran yang terjadi pada Rabu siang tersebut menghanguskan rumah panggung milik Pak Nampon dan berdampak pada rumah warga lainnya. Tentu ini menjadi musibah yang harus mendapat perhatian bersama,” ujar Yudha.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Garut melalui perangkat daerah terkait dapat segera memberikan bantuan bahan bangunan untuk mendukung proses pembangunan kembali rumah yang terbakar.
Selain itu, Yudha mendorong adanya kolaborasi pendanaan dari berbagai pihak, termasuk program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dan lembaga sosial yang ada di Kabupaten Garut.
“Saya berharap Pemkab Garut dapat mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari berbagai sumber CSR, baik dari BPR Garut, Bank BJB maupun badan usaha lainnya, termasuk dukungan dari BASNAS. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu warga yang terkena musibah seperti yang dialami Pak Nampon,” katanya.
Menurut Yudha, banyaknya kejadian bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Garut, mulai dari kebakaran hingga rumah roboh, membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial agar penanganan korban dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.
Lebih lanjut, ia juga meminta Dinas Sosial Kabupaten Garut segera mengusulkan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) kepada Kementerian Sosial RI agar korban dapat memperoleh dukungan pembangunan rumah secara berkelanjutan.
“Saya akan meminta Dinas Sosial Kabupaten Garut untuk segera mengusulkan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu ke Kementerian Sosial. Saya juga berharap ada asesmen langsung dari Kemensos karena rumah korban habis terbakar. Saat ini Pak Nampon sementara tinggal di masjid sehingga perlu segera dilakukan upaya pembangunan kembali rumahnya,” ungkapnya.
Yudha menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan semangat gotong royong dan kepedulian bersama untuk membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.
“Semoga kita semua dapat bahu-membahu membantu Pak Nampon dan keluarganya agar bisa kembali memiliki rumah yang layak untuk ditempati. Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, saya yakin proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat,” pungkasnya.
Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap warga yang terdampak musibah sekaligus upaya mendorong percepatan penanganan dan pemulihan korban kebakaran di Kabupaten Garut. (Hil)
