Ruangrakyatgarut.id 10 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Garut terus memperkuat upaya optimalisasi pemanfaatan aset daerah agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan lintas perangkat daerah yang berlangsung di Aula BPKAD Kabupaten Garut sebagai forum strategis untuk membahas pengelolaan aset yang lebih produktif, transparan, dan berkelanjutan.
Pertemuan ini melibatkan berbagai perangkat daerah, di antaranya Inspektorat Daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Perhubungan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Komunikasi dan Informatika, Bagian Hukum Setda, serta Bagian Kerja Sama Setda Kabupaten Garut.
Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai tantangan dan peluang pengelolaan aset daerah, mulai dari pemanfaatan aset yang belum optimal, penguatan regulasi, hingga strategi pengembangan aset agar mampu memberikan nilai tambah bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut, Ridzky Ridznurdhin, S.H., M.Ak, menegaskan bahwa aset daerah merupakan sumber daya strategis yang harus dikelola secara profesional agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas.
“Saatnya aset daerah memberi manfaat yang lebih besar. Pengelolaan aset tidak cukup hanya memastikan tertib administrasi dan kepemilikan, tetapi juga harus mampu memberikan nilai ekonomi, mendukung pembangunan daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ridzky.
Menurutnya, aset milik pemerintah daerah harus dipandang sebagai instrumen pembangunan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat kapasitas pelayanan publik.
“Melalui forum ini kami menghimpun berbagai masukan dan pengalaman dari perangkat daerah untuk menyusun langkah-langkah yang lebih efektif dalam pengelolaan aset. Harapannya, aset daerah yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal dapat dikelola dengan lebih produktif, transparan, dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Ridzky menjelaskan bahwa keberhasilan optimalisasi aset sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah. Dengan koordinasi yang baik, aset yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Garut dapat diidentifikasi potensi pemanfaatannya secara lebih maksimal tanpa mengabaikan aspek hukum, tata kelola, dan kepentingan publik.
Melalui pertemuan lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Garut berharap dapat merumuskan kebijakan pengelolaan aset yang lebih adaptif terhadap kebutuhan daerah. Selain tertib secara administrasi, aset daerah diharapkan mampu menjadi sumber daya produktif yang mendukung pembangunan, meningkatkan pendapatan daerah, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan pengelolaan yang efektif, transparan, dan berkelanjutan, aset daerah diharapkan tidak hanya menjadi catatan dalam administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan dan pelayanan publik yang lebih berkualitas di Kabupaten Garut. (Hil)
