Ruangrakyatgarut.id 12 Mei 2026 – Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Husen Fadlulloh, B.Bus., M.M., M.B.A., melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Kabupaten Garut guna memastikan ketersediaan stok pangan, khususnya beras dan minyak goreng, tetap aman dan mencukupi hingga akhir tahun.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sekaligus memastikan distribusi pangan berjalan optimal di daerah di tengah dinamika ekonomi global dan ancaman krisis pangan.
Dalam kegiatan itu, Husen didampingi jajaran pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Garut, di antaranya Sekretaris DPC Gerindra Aderizal dan Bendahara DPC Gerindra Dila Nurul Fadilah, S.E. Turut hadir pula jajaran Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi Gerindra, yakni Ketua Fraksi H. Agus Muhammad Sutarman, S.E., Wakil Ketua Fraksi Tatang Sumirat, S.IP., serta anggota fraksi lainnya seperti Asep Rahmat, S.Pd., Enan, S.M., Lulu Ghandi Nan Rajati, S.E., M.Si., Asep Mulyana, dan Dila Nurul Fadilah, S.E.
Rombongan juga didampingi pimpinan Bulog Cabang Ciamis, Johan, bersama jajaran pengelola Gudang Bulog wilayah Garut yang memaparkan kondisi stok pangan dan proses penyerapan hasil pertanian lokal.
Dalam kunjungan tersebut, Husen meninjau langsung kondisi gudang penyimpanan beras, kualitas stok cadangan pangan pemerintah, hingga sistem distribusi yang dijalankan Bulog kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberadaan Bulog memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, dari hasil pengecekan langsung di lapangan, stok beras di Gudang Bulog Garut masih dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Ini penting untuk menjaga ketahanan pangan serta memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan beras,” ujar Husen saat meninjau gudang.
Menurut Husen, kunjungan tersebut juga merupakan instruksi Fraksi Gerindra agar seluruh anggota DPR RI turun langsung ke daerah untuk memastikan kondisi stok pangan benar-benar aman.
“Kami mengunjungi Gudang Bulog di Garut bersama pimpinan Bulog Cabang Ciamis untuk memastikan ketersediaan stok beras. Dari hasil peninjauan, stok beras yang tersedia saat ini dalam kondisi aman dan sesuai kapasitas,” katanya.
Ia menyebutkan, pemerintah pusat sebelumnya telah menyampaikan bahwa stok cadangan beras nasional saat ini mencapai jutaan ton. Kondisi tersebut, kata dia, sejalan dengan hasil pengecekan langsung di Gudang Bulog Garut yang masih memiliki kapasitas penyimpanan memadai.
“Di dalam gudang tadi memang ketersediaan stok beras sudah sesuai kapasitas. Bahkan ke depan stok ini masih akan terus bertambah sampai ada kebutuhan penambahan gudang,” tambahnya.
Selain memastikan ketersediaan beras, Husen juga mengecek stok minyak goreng yang tersimpan di gudang Bulog. Ia memastikan kebutuhan minyak goreng masyarakat Garut masih dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Kita juga melihat stok minyak goreng cukup memadai. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Husen turut menyoroti persoalan alih fungsi lahan pertanian yang masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Garut. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah demi menjaga ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita akan terus berkomunikasi antara pemerintah pusat dan daerah agar tidak terjadi lagi alih fungsi lahan. Ketahanan pangan menjadi fokus utama pemerintah,” tegasnya.
Tak hanya itu, Husen juga menyinggung persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang hingga kini masih menjadi tantangan di lapangan. Meski demikian, pemerintah terus berupaya agar pupuk subsidi benar-benar diterima petani yang berhak dengan harga sesuai ketentuan.
“Pemerintah terus menekankan distribusi pupuk tepat sasaran. Situasi global memang mempengaruhi suplai bahan baku pupuk, namun yang paling penting pupuk subsidi tetap diterima petani dengan harga sesuai aturan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga harus serius dalam menyerap gabah hasil panen petani, terutama saat musim panen raya berlangsung. Menurutnya, langkah tersebut penting agar harga gabah tetap stabil dan petani tidak mengalami kerugian.
“Kami terus mendorong agar pemerintah membeli gabah petani dan tidak melakukan impor saat petani sedang panen raya. Itu menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Bulog menyampaikan bahwa stok beras di wilayah Garut saat ini mencapai sekitar 14 ribu ton, termasuk stok yang tersimpan di gudang sewa. Jumlah tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun, termasuk menghadapi musim kemarau.
“Untuk Garut, stok aman sampai akhir tahun. Pengadaan juga masih terus berjalan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, termasuk menghadapi musim kemarau,” ujar pihak Bulog saat mendampingi kunjungan.
Bulog juga memastikan penyerapan hasil pertanian lokal terus dilakukan, baik untuk komoditas beras maupun jagung, dengan harga mengikuti ketentuan pemerintah guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (Hilman)
