Ruangrakyatgarut.id 10 Maret 2026 – Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat melontarkan kritik terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Setelah satu tahun masa pemerintahan berjalan, GP Ansor menilai belum terlihat langkah konkret dan serius dalam mengatasi persoalan pengangguran di Jawa Barat.
Ketua PW GP Ansor Jawa Barat, Subhan Fahmi, menegaskan bahwa pemerintah provinsi seharusnya menempatkan persoalan penciptaan lapangan kerja sebagai prioritas utama, bukan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur.
“Pemerintahan KDM sudah berjalan satu tahun, tetapi kami belum melihat terobosan konkret untuk menekan angka pengangguran dan membuka lapangan kerja baru. Padahal ini persoalan mendasar yang menyangkut kehidupan masyarakat luas,” tegas Fahmi saat menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II GP Ansor Jawa Barat di Gedung PWNU Jawa Barat, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, arah pembangunan yang dijalankan pemerintah provinsi saat ini dinilai lebih banyak berorientasi pada proyek infrastruktur, sementara kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya terkait pekerjaan dan penguatan ekonomi, belum mendapatkan perhatian serius.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Barat masih berada di posisi tiga besar provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Indonesia. Pada Agustus 2025, TPT Jawa Barat tercatat mencapai 6,77 persen.
“Angka ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah provinsi. Tanpa kebijakan yang berpihak pada penciptaan lapangan kerja, masalah sosial di Jawa Barat akan terus membesar,” ujarnya.
Selain persoalan pengangguran, GP Ansor Jawa Barat juga menyoroti minimnya perhatian pemerintah terhadap pesantren dan para guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam pendidikan keagamaan masyarakat.
“Rekomendasi eksternal Muskerwil GP Ansor Jawa Barat secara tegas memberikan catatan kritis terhadap lemahnya perhatian pemerintah provinsi terhadap pesantren dan guru ngaji. Ini tidak boleh terus dibiarkan,” kata Fahmi.
Dalam forum Muskerwil tersebut, GP Ansor Jawa Barat juga meluncurkan program “Aswaja Bisa” sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi kader. Fahmi menegaskan, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah tidak hanya berhenti pada ranah pemikiran dan keagamaan, tetapi juga harus diwujudkan dalam penguatan ekonomi agar kader Ansor mampu mandiri dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
