Ruangrakyatgarut.id — Masyarakat Desa Pakenjeng, Kabupaten Garut, mulai geram terhadap aktivitas PT Tamaris Hydro yang dinilai berdampak pada kerusakan akses jalan di wilayah mereka. Warga menilai, keberadaan perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut seharusnya tidak justru menambah beban masyarakat melalui kerusakan infrastruktur yang menjadi tumpuan aktivitas sehari-hari.
Persoalan utama yang menjadi sorotan adalah kondisi jalan kabupaten yang merupakan satu-satunya akses penting bagi masyarakat Desa Pakenjeng. Jalan tersebut disebut memiliki keterbatasan kelas dan daya dukung terhadap kendaraan berbobot berat. Namun, menurut keluhan warga, aktivitas perusahaan kerap melibatkan kendaraan besar dan alat berat berukuran raksasa yang melintasi jalur tersebut.
Warga menilai, intensitas lalu lintas kendaraan berat berpotensi mempercepat kerusakan jalan. Kondisi ini menimbulkan keresahan karena akses yang seharusnya menunjang mobilitas masyarakat justru dikhawatirkan semakin sulit digunakan apabila tidak ada langkah konkret untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Kemarahan masyarakat juga dipicu oleh dugaan pengoperasian alat berat tanpa menggunakan alas atau perlindungan yang memadai pada permukaan jalan. Warga mempertanyakan apakah aktivitas pengangkutan dan mobilisasi peralatan perusahaan telah memperhitungkan kemampuan jalan serta dampaknya terhadap infrastruktur publik.
Bagi masyarakat, jalan tersebut bukan sekadar jalur transportasi, melainkan urat nadi kehidupan. Akses itu digunakan untuk menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas sosial warga. Kerusakan jalan berpotensi menambah beban masyarakat yang setiap hari bergantung pada infrastruktur tersebut.
Situasi ini mendorong masyarakat Desa Pakenjeng menyatakan kesepakatan untuk melarang atau menghentikan sementara lintasan kendaraan besar dan alat berat yang dinilai berpotensi memperparah kerusakan jalan di wilayah mereka. Sikap tersebut menjadi bentuk protes atas kondisi yang dirasakan warga sekaligus desakan agar perusahaan bertanggung jawab terhadap dampak aktivitasnya.
Tidak hanya persoalan jalan, warga juga mempertanyakan kontribusi PT Tamaris Hydro terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Menurut keluhan yang disampaikan warga, keberadaan perusahaan dinilai belum memberikan sentuhan nyata, baik dalam bentuk pembangunan infrastruktur maupun bantuan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Pakenjeng.
Kritik juga mengarah pada pemanfaatan potensi alam di wilayah desa. Warga menilai, keuntungan dari pemanfaatan sumber daya alam tidak seharusnya hanya dinikmati perusahaan, sementara masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional harus menghadapi persoalan kerusakan akses dan keterbatasan pembangunan.
Selain itu, masyarakat menyoroti pentingnya tanggung jawab lingkungan, termasuk upaya penanaman kembali pohon dan kegiatan pemulihan lingkungan. Warga mempertanyakan program nyata yang telah dilakukan perusahaan untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di wilayah Desa Pakenjeng.
Dalam situasi tersebut, masyarakat berharap pemerintah daerah, instansi teknis terkait, serta pihak berwenang segera turun tangan untuk memeriksa kondisi jalan dan mengevaluasi kesesuaian penggunaan kendaraan berat dengan kelas serta kapasitas jalan. Pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan apakah aktivitas perusahaan telah memenuhi ketentuan teknis, perizinan, dan kewajiban perlindungan lingkungan yang berlaku.
PT Tamaris Hydro juga perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai penggunaan jalan kabupaten untuk mobilisasi kendaraan dan alat berat, langkah pencegahan kerusakan infrastruktur, serta bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Jika kerusakan terbukti berkaitan dengan aktivitas perusahaan, warga patut mendapatkan kejelasan mengenai mekanisme pemulihan dan perbaikan jalan.
Bagi masyarakat Desa Pakenjeng, persoalan ini bukan semata-mata penolakan terhadap aktivitas usaha, melainkan tuntutan agar kegiatan perusahaan berjalan dengan tanggung jawab. Warga membutuhkan kepastian bahwa akses publik tidak dikorbankan, lingkungan tetap terjaga, dan keberadaan investasi memberikan manfaat yang seimbang bagi masyarakat sekitar.
Hingga berita ini disusun, keluhan warga tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kondisi jalan, data kelas jalan, intensitas kendaraan berat, serta konfirmasi dari pihak PT Tamaris Hydro dan instansi terkait. Hak jawab perusahaan tetap terbuka untuk menjelaskan aktivitas operasional, kontribusi kepada masyarakat, dan langkah konkret yang akan dilakukan untuk menangani persoalan tersebut.
RuangRakyatGarut.id — Mengawal kepentingan rakyat, menguji tanggung jawab korporasi, dan mendorong pembangunan yang berkeadilan.
