Ruangrakyatgarut.id — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 tahun 2026, Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bayongbong berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Bayongbong menggelar kegiatan donor darah bertajuk “Setetes Darah, Sejuta Harapan”, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut bertempat di Aula Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Aksi kemanusiaan ini menjadi wujud kepedulian sosial pemuda sekaligus upaya menumbuhkan semangat solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Ketua DPK KNPI Bayongbong, Dikdik Oktavian, bersama Ketua PMI Bayongbong, Gun Gun Imat R., mengajak masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah sebagai bentuk kontribusi nyata bagi sesama.
Donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang sederhana, tetapi memiliki manfaat besar bagi kehidupan orang lain. Darah yang didonorkan dapat membantu memenuhi kebutuhan transfusi bagi pasien yang memerlukan penanganan medis.
Melalui kegiatan ini, KNPI dan PMI Bayongbong ingin menegaskan bahwa semangat Hari Sumpah Pemuda tidak hanya diwujudkan melalui seremoni dan peringatan sejarah, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Apresiasi Kiprah Pemuda di Berbagai Bidang
Selain menggelar kegiatan donor darah, Ketua DPK KNPI Bayongbong, Dikdik Oktavian, juga menyampaikan apresiasi kepada para pemuda di Kecamatan Bayongbong yang aktif berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari informasi digital dan media sosial, olahraga, politik, pendidikan, hingga pemberdayaan perempuan.
Menurutnya, keberagaman potensi dan aktivitas pemuda merupakan kekuatan yang perlu dirangkul serta dikembangkan bersama untuk mendorong kemajuan daerah.
Pemuda yang bergerak di bidang informasi digital dan media sosial, misalnya, memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat dan meningkatkan literasi digital masyarakat. Sementara itu, kiprah pemuda di bidang olahraga, politik, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan turut membuka ruang bagi lahirnya gagasan, kreativitas, serta perubahan sosial yang positif.
Karena itu, momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 diharapkan menjadi dorongan bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi diri, memperkuat kolaborasi, dan mengambil peran aktif dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Semangat kepemudaan, menurut pesan yang diusung dalam kegiatan tersebut, tidak cukup berhenti pada slogan. Diperlukan keterlibatan langsung melalui kegiatan sosial, pendidikan, pengembangan kapasitas, dan berbagai aksi nyata yang berdampak bagi lingkungan sekitar.
Perkuat Kolaborasi dan Kepedulian Sosial
Kegiatan donor darah ini juga menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara organisasi kepemudaan, lembaga kemanusiaan, dan unsur pemerintah di tingkat kecamatan.
Camat Bayongbong, Jeje Jenal Abidin, S.STP., M.Si., turut dicantumkan dalam publikasi kegiatan sebagai bagian dari unsur pemerintah kecamatan yang mendukung semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas ruang partisipasi pemuda dalam kegiatan kemasyarakatan sekaligus mendorong tumbuhnya budaya gotong royong di Kecamatan Bayongbong.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober merupakan momentum untuk kembali menghidupkan nilai persatuan yang lahir dari semangat pemuda Indonesia pada 1928. Nilai tersebut tetap relevan untuk diterapkan saat ini melalui kerja sama, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
DPK KNPI Bayongbong berharap kegiatan donor darah tidak hanya menjadi agenda seremonial dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Melalui semangat “Setetes Darah, Sejuta Harapan”, KNPI dan PMI Bayongbong mengajak generasi muda untuk terus bersatu, bergerak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebab, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya gagasan, tetapi juga oleh keberanian generasi mudanya untuk mengambil bagian dan menghadirkan perubahan melalui tindakan nyata. (Hilman)
