Ruangrakyatgarut.id 28 Oktober 2026 — Ruangrakyatgarut.id — Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi generasi muda untuk tidak sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga membuktikan semangat tersebut melalui pengabdian nyata kepada masyarakat. Ketua DPC SC 234 Kabupaten Garut, Okke Muhamad Hadist, menegaskan bahwa pemuda harus berperan aktif membangun daerah, mengawal kebijakan pemerintah, dan memastikan kepentingan rakyat menjadi prioritas.
Okke menyampaikan bahwa DPC SC 234 Kabupaten Garut akan terus berkarya dan mengambil bagian dalam kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui kerja nyata, kepedulian terhadap persoalan warga, serta keberanian menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang belum menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami akan terus berkarya dan berperan aktif di tengah masyarakat serta mengawal kebijakan pemerintah agar berpihak kepada rakyat. Apalagi, persoalan sampah hari ini masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dicarikan solusi,” demikian pesan yang disampaikan dalam momentum Hari Sumpah Pemuda.
Menurut Okke, persoalan sampah di Kabupaten Garut membutuhkan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan. Masalah tersebut tidak cukup diselesaikan melalui imbauan kepada masyarakat, tetapi harus disertai sistem pengelolaan yang jelas, sarana memadai, pengangkutan efektif, serta keterlibatan semua pihak.
Penanganan sampah juga tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat dan petugas kebersihan. Pemerintah daerah perlu memastikan kebijakan, infrastruktur, dan tata kelola persampahan berjalan secara terintegrasi. Sementara itu, masyarakat harus membangun kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan.
Bagi DPC SC 234 Kabupaten Garut, semangat membangun daerah harus berjalan seiring dengan keberanian mengawal kebijakan publik. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton ketika persoalan masyarakat belum terselesaikan. Mereka harus mampu menyampaikan aspirasi, mengawasi pelaksanaan kebijakan, dan mendorong solusi yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Semangat Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 merupakan warisan perjuangan yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Persatuan, keberanian, dan tanggung jawab generasi muda perlu diterjemahkan menjadi tindakan konkret untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk masalah lingkungan dan pelayanan publik.
Okke menilai, pemuda memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan. Melalui kegiatan sosial, gerakan kepedulian lingkungan, serta partisipasi dalam mengawal kebijakan pemerintah, generasi muda dapat berkontribusi dalam mendorong pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas pemuda, dan warga dalam menyelesaikan persoalan daerah. Kolaborasi harus diarahkan pada program yang terukur dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar berhenti pada kegiatan seremonial.
Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, kritik terhadap kebijakan pemerintah menjadi bagian dari tanggung jawab sosial. Kritik yang disampaikan berdasarkan fakta dan data bukanlah bentuk penolakan terhadap pembangunan, melainkan upaya mendorong transparansi, akuntabilitas, serta perbaikan pelayanan publik.
Bagi SC 234 Kabupaten Garut, keberhasilan pembangunan tidak semestinya hanya dilihat dari banyaknya program yang direncanakan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut menjawab persoalan masyarakat. Dalam urusan sampah, warga membutuhkan pengelolaan yang efektif, lingkungan yang lebih bersih, serta penanganan konsisten dari hulu hingga hilir.
Okke menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus dibuktikan dengan tindakan, bukan sekadar slogan. Pemuda harus berani berkarya, hadir di tengah masyarakat, dan mengawal kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat. Ketika persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah, semua pihak perlu mendorong solusi konkret melalui kerja sama, evaluasi, dan perbaikan yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen membangun Kabupaten Garut sekaligus mengawal pemerintahan secara kritis dan konstruktif. Pemuda tidak cukup hanya lantang berbicara tentang perubahan. Pemuda harus berani bekerja, mengawasi, dan memastikan persoalan rakyat mendapat penyelesaian. Sebab, pengabdian sejati bukan diukur dari banyaknya janji, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
