Ruangrakyatgarut.id 07 Oktober 2026 — Pelaksanaan pekerjaan jalan di wilayah Banjarwangi, Kabupaten Garut, menuai pertanyaan dari masyarakat. Barisan Masyarakat BSP (BARA BSP) mengaku setiap hari menerima pertanyaan dan desakan warga dari tiga kecamatan yang meminta kejelasan mengenai status serta pelaksanaan proyek jalan tersebut.
Ketua BARA BSP, Ali A. Osman, menyebut hingga kini pihaknya belum dapat memberikan jawaban secara pasti kepada masyarakat lantaran informasi yang diterima masih minim dan sebagian besar baru berupa penjelasan secara lisan.
Menurut Ali, kondisi di lapangan semakin menimbulkan pertanyaan karena tidak terlihat adanya papan informasi proyek yang dapat memberikan keterangan kepada masyarakat mengenai nama kegiatan, sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, maupun jangka waktu pelaksanaan.
“Melihat ke lapangan, papan informasi proyek tidak ada. Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat untuk memperoleh informasi yang objektif mengenai pekerjaan infrastruktur yang sedang berjalan,” ujar Ali.
BARA BSP menyatakan, masyarakat dari tiga kecamatan terus meminta penjelasan mengenai proyek tersebut. Namun, pihaknya mengaku kesulitan memberikan jawaban karena belum memperoleh data resmi yang dapat dijadikan dasar informasi kepada warga.
“Kami setiap hari disibukkan oleh pertanyaan dan desakan warga masyarakat dari tiga kecamatan untuk memberikan penjelasan dan kejelasan mengenai pengerjaan proyek jalan. Sejauh ini kami belum bisa memberikan jawaban yang pasti karena minimnya informasi yang sampai kepada kami,” demikian disampaikan BARA BSP.
Persoalan semakin menjadi perhatian setelah terdapat pekerjaan pada salah satu ruas jalan di Banjarwangi. Menurut BARA BSP, informasi mengenai pekerjaan tersebut belum disertai data administratif yang dapat dijadikan pegangan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat.
Karena itu, BARA BSP mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dan pihak Kementerian PUPR memberikan informasi secara terbuka dan berbasis data terkait status pekerjaan tersebut.
Pertanyaan pertama yang diajukan menyangkut status program pekerjaan. BARA BSP meminta kejelasan apakah pekerjaan jalan tersebut merupakan bagian dari program Inpres Jalan Daerah (IJD), program Kementerian PUPR lainnya, CSR kementerian, atau sumber program lainnya.
Selain status pekerjaan, BARA BSP juga meminta transparansi mengenai sumber dan besaran anggaran yang diperuntukkan bagi pekerjaan tersebut. Informasi mengenai tahun anggaran, sumber pembiayaan, serta dasar penganggaran dinilai penting agar masyarakat mengetahui secara jelas proyek yang sedang dilaksanakan.
Tidak hanya anggaran, spesifikasi teknis pekerjaan juga menjadi perhatian. BARA BSP meminta pemerintah menjelaskan secara detail mengenai volume pekerjaan, panjang dan lebar ruas yang dikerjakan, jenis konstruksi, spesifikasi teknis, serta target penyelesaian pekerjaan.
BARA BSP juga meminta kejelasan mengenai pihak pelaksana dan pengawas pekerjaan. Informasi tersebut dinilai penting untuk memastikan pekerjaan infrastruktur berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang berlaku.
BARA BSP menegaskan bahwa permintaan informasi tersebut bukan dimaksudkan untuk menghambat pembangunan. Sebaliknya, keterbukaan data diperlukan agar masyarakat di tiga kecamatan yang mempertanyakan proyek tersebut mendapatkan jawaban yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami hanya meminta kejelasan berbasis data dan administratif agar kami bisa memberikan jawaban dan menenangkan masyarakat di tiga kecamatan yang telah mewakilkan kepada kami,” tegas BARA BSP.
BARA BSP berharap pihak yang memiliki kewenangan segera memberikan jawaban resmi mengenai status program, sumber dan nilai anggaran, spesifikasi pekerjaan, pelaksana, serta pengawasan proyek jalan Banjarwangi. Mereka menilai keterbukaan informasi penting untuk mencegah kesimpangsiuran dan memastikan masyarakat mengetahui secara terang pembangunan yang berlangsung di wilayahnya.
