Ruangrakyatgarut.id — Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC PA GMNI) Kabupaten Garut melakukan silaturahmi dengan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Pendopo Kabupaten Garut, Selasa (6/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk membangun sinergisitas antara alumni GMNI dengan Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya dalam mendorong gagasan dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris DPC PA GMNI Garut, Eful Saepuloh, S.IP., mengatakan bahwa alumni GMNI memiliki potensi besar untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan Kabupaten Garut. Hal tersebut tidak hanya dilihat dari jumlah alumni, tetapi juga dari keberadaan mereka yang tersebar di berbagai ruang pengabdian dan profesi.
“Alumni GMNI Garut berada di berbagai ruang, mulai dari partai politik, kalangan profesional, pengusaha, birokrasi, hingga penyelenggara pemilu. Keragaman ruang pengabdian ini tentu menjadi potensi yang dapat disinergikan untuk memberikan kontribusi pemikiran maupun kerja nyata bagi pembangunan Garut,” ujar Eful.
Menurutnya, PA GMNI Garut tidak ingin menempatkan organisasi alumni hanya sebagai kelompok yang memberikan kritik atau masukan dari luar pemerintahan. Sebaliknya, alumni GMNI ingin menjadi bagian dari ekosistem pembangunan dengan menghadirkan gagasan yang konstruktif, berbasis data dan berpijak pada kepentingan masyarakat.
Dalam dialog tersebut, sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, di antaranya penguatan kemandirian fiskal daerah, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), pengentasan berbagai persoalan pembangunan, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta berbagai agenda yang berkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan sosial.
“Gagasan mengenai fiskal daerah menjadi salah satu hal penting. Daerah membutuhkan kemampuan fiskal yang kuat agar agenda pembangunan tidak semata-mata bergantung pada transfer pemerintah pusat. Karena itu, bagaimana meningkatkan PAD, memperluas basis ekonomi daerah, sekaligus memastikan pembangunan benar-benar memberikan dampak terhadap masyarakat menjadi bagian penting dari diskusi,” kata Eful.
Selain persoalan fiskal, PA GMNI Garut memandang pembangunan harus dilakukan secara menyeluruh, dengan memperhatikan persoalan kemiskinan, lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, infrastruktur, hingga penguatan tata kelola pemerintahan.
Eful menegaskan, alumni GMNI memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghadirkan gagasan yang dapat mempertemukan kepentingan pembangunan dengan kebutuhan masyarakat.
“Alumni GMNI memiliki sejarah panjang dalam tradisi intelektual, pengabdian dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat. Nilai tersebut harus terus diterjemahkan dalam konteks kekinian, termasuk bagaimana ikut memikirkan masa depan Garut dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut baik silaturahmi tersebut. Bupati menilai keberadaan alumni GMNI di berbagai sektor merupakan potensi yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Garut.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa kontribusi alumni GMNI sangat diharapkan untuk ikut membangun Garut Hebat. Sinergi antara pemerintah daerah dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi alumni, dinilai penting untuk memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
PA GMNI Garut berpandangan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjawab kompleksitas persoalan masyarakat. Diperlukan keterlibatan akademisi, profesional, pelaku usaha, organisasi masyarakat, generasi muda, hingga para tokoh yang memiliki kapasitas dan pengalaman di berbagai bidang.
Karena itu, silaturahmi tersebut diharapkan menjadi awal dari komunikasi dan kolaborasi yang lebih produktif antara PA GMNI Garut dan Pemerintah Kabupaten Garut.
“Prinsipnya, kami ingin alumni GMNI hadir dengan gagasan dan kontribusi. Di mana pun alumni berada dan apa pun profesinya, semuanya memiliki ruang untuk berbuat bagi Garut. Kami berharap komunikasi ini tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi dapat berkembang menjadi sinergi dan kerja-kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Eful.
