Ruangrakyatgarut.id — Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) bersama jajaran bidang Perlindungan Perempuan dan Anak melakukan kunjungan penjangkauan serta pendampingan terhadap seorang siswa SMA yang menjadi korban penembakan menggunakan airgun di wilayah Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. (05/10/2026)
Kegiatan tersebut dilakukan dengan didampingi Camat Cilawu. Tim mendatangi kediaman korban di Kampung Pasanggerahan RT 005/RW 003, Kecamatan Cilawu, sebagai bentuk kepedulian sekaligus respons pemerintah daerah terhadap kasus yang menyangkut keselamatan dan perlindungan anak.
Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Drs. Yayan Waryana, M.Si., mengatakan pemerintah daerah memastikan kondisi korban mendapatkan perhatian dan penanganan yang diperlukan, baik dari sisi medis maupun psikologis.
“Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian serta respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan kondisi korban mendapatkan perhatian, perlindungan, dan penanganan yang diperlukan, baik secara fisik maupun psikologis,” ujar Yayan.
Berdasarkan hasil pemantauan di kediaman korban, siswa yang diketahui bernama Pazwa tersebut masih menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya.
Kondisi korban menjadi perhatian serius. Pasalnya, benda logam yang diduga berasal dari peluru airgun masih berada di dalam bola mata korban sehingga diperlukan penanganan medis lebih lanjut.
DPPKBPPPA Kabupaten Garut memastikan pendampingan terhadap korban akan terus dilakukan. Koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan agar proses penanganan korban dapat berjalan secara optimal.
“DPPKBPPPA Kabupaten Garut juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses penanganan berjalan dengan baik serta mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan ramah bagi anak,” kata Yayan.
Menurut Yayan, perlindungan anak tidak hanya berhenti pada penanganan ketika sebuah peristiwa terjadi. Pemerintah juga harus memastikan korban memperoleh hak atas rasa aman, layanan kesehatan, pendampingan psikologis, serta perlindungan selama menjalani proses pemulihan.
Karena itu, DPPKBPPPA Kabupaten Garut berkomitmen melanjutkan pendampingan dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan korban mendapatkan penanganan medis serta perlindungan secara optimal.
“Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa setiap kasus yang menyangkut keselamatan anak menjadi perhatian serius dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kehadiran pelayanan pemerintah di tengah masyarakat, khususnya ketika anak menjadi korban kekerasan atau peristiwa yang mengancam keselamatannya.
DPPKBPPPA Kabupaten Garut berharap proses pemulihan korban dapat berjalan dengan baik dengan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, satuan pendidikan, masyarakat, serta seluruh pihak terkait. Dengan demikian, korban diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas dan pendidikan dalam kondisi yang aman.
Pemerintah daerah juga mendorong terciptanya lingkungan yang semakin aman, nyaman, dan ramah bagi anak di Kabupaten Garut melalui keterlibatan keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, serta seluruh unsur terkait. (Hilman)
