Ruangrakyatgarut.id — Musibah kebakaran melanda permukiman warga di Kampung Karikil, Desa Sukatani, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, pada Senin (5/10/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting aliran listrik.
Kebakaran menghanguskan setidaknya tiga unit rumah warga, di mana sebagian besar struktur bangunan hingga area dapur mengalami kerusakan berat. Api baru berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 04.30 WIB berkat kesiapsiagaan warga sekitar dan tim penanggulangan bencana di lapangan.
Berdasarkan pendataan petugas, musibah ini berdampak pada 4 Kepala Keluarga dengan total 13 jiwa. Di antara korban terdampak adalah Ibu Amah (62), seorang lansia yang tergolong kelompok rentan, serta keluarga Ibu Wiwin (45), Bapak Ayi (59), dan Bapak Hoer (51). Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp60.000.000,-.
Respon Cepat Penanganan Bencana
Merespons laporan kejadian tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Garut bergerak cepat menerjunkan tim ke lokasi bencana. Bersama Pemerintah Desa Sukatani, Tagana, TKSK, PMI, DKP, BAZNAS, serta pengurus RT/RW setempat, Dinsos Garut melakukan penanganan darurat, pendataan korban, serta penyerahan bantuan logistik kebutuhan dasar secara langsung.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, dr. Hj. Marlinda Siti Hana, M.K.M., menegaskan komitmen tim dalam memberikan penanganan tanggap darurat dengan sigap.
”Kami dari Dinas Sosial Kabupaten Garut melakukan respon cepat begitu menerima laporan dan langsung turun ke lokasi untuk memastikan penanganan tanggap darurat berjalan optimal. Bantuan logistik awal—seperti bahan pangan, peralatan tidur, pakaian, hingga perlengkapan dapur—sudah disalurkan langsung kepada warga terdampak,” ujar dr. Hj. Marlinda Siti Hana, M.K.M.
Ia juga menambahkan bahwa lokasi saat ini sudah dibersihkan dari puing reruntuhan dan pihak Dinsos sedang menyiapkan langkah pemulihan lanjutan.
”Saat ini lokasi telah dibersihkan secara gotong royong oleh warga dan petugas. Langkah selanjutnya, kami berkoordinasi dengan BAZNAS serta mengusulkan program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) ke Kementerian Sosial RI agar rumah warga dapat segera dibangun kembali. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bahu-membahu membantu penyediaan material bangunan yang sangat dibutuhkan saat ini,” tuturnya.
