Ruangrakyatgarut.id 05 Oktober 2026 — Bantuan sosial dari pemerintah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi rentan. Namun, bantuan tersebut dinilai tidak dapat menjadi satu-satunya solusi dalam mengatasi persoalan kemiskinan.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Lembang, Kecamatan Leles, Supriatna, S.Pd., saat mengikuti Talkshow “Ngopi Jasmerah” dengan tema “Jaga Sosial, Atasi Kemiskinan di Daerah” yang digelar di Social Worker Center, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Senin (5/10/2026).
Menurut Supriatna, bantuan pemerintah pada dasarnya merupakan bentuk dukungan untuk meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi ekonomi rentan. Namun, masyarakat tetap perlu memiliki semangat untuk bekerja dan mengembangkan usaha agar kondisi ekonominya dapat meningkat secara mandiri.
“Kalau disebut cukup ya tidak, karena mungkin bantuan dari pemerintah itu hanya sebagai penambah. Tetap kita harus memotivasi masyarakat bahwa kalau mau naik perekonomiannya, kita harus semangat bekerja atau usahanya harus ditingkatkan lagi,” ujar Supriatna.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membangun pola pikir yang sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah. Menurutnya, bantuan sosial seharusnya menjadi stimulan, sementara peningkatan kesejahteraan membutuhkan kerja keras dan kemandirian masyarakat.
“Jangan mengandalkan bahwa kehidupannya itu atas bantuan dari pemerintah saja. Jadi harus tetap bekerja,” tegasnya.
Dorong Perubahan Paradigma Menuju Kemandirian
Supriatna yang mengaku masih relatif baru menjalankan tugas sebagai Kepala Desa Lembang mengatakan, terdapat sejumlah paradigma di tengah masyarakat yang perlu diubah secara bertahap dan sistematis.
Salah satunya dengan mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi mampu berkembang menjadi masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah desa berupaya membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pendamping sosial, pemerintah serta unsur legislatif.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan untuk membuka lebih banyak peluang usaha sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.
“Bagaimana caranya masyarakat ini menjadi mandiri. Makanya kita selalu bersama dengan pendamping PKH dan pemerintah, termasuk Bu Dewan, bagaimana caranya kita mendorong wirausaha dan ekonomi-ekonomi masyarakat dikolaborasikan dengan program pemerintah,” jelasnya.
Ia menyebut berbagai kelompok masyarakat seperti PKK, kader, serta kelompok usaha dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan peluang ekonomi baru.
Program pemberdayaan tersebut, kata Supriatna, perlu diarahkan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada di lingkungan mereka.
“Bagaimana kita menciptakan peluang-peluang tersebut supaya masyarakat lebih mandiri,” katanya.
Apresiasi Dukungan Wakil Ketua DPRD Garut
Dalam kesempatan tersebut, Supriatna juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Hj. Dila Nurul Fadilah, S.E., atas perhatian dan dukungannya terhadap aspirasi masyarakat Desa Lembang.
Menurut Supriatna, sejumlah aspirasi masyarakat secara bertahap mulai mendapatkan perhatian dan ditindaklanjuti melalui dukungan program pembangunan.
Salah satunya adalah rencana pembangunan jalan usaha tani di Kampung Pasir Lajak yang diharapkan dapat menunjang aktivitas pertanian sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
“Alhamdulillah, harapan masyarakat satu per satu dari Ibu Dewan sudah terealisasi. Salah satunya pembangunan jalan usaha tani yang sebentar lagi dilaksanakan di Kampung Pasir Lajak,” ungkapnya.
Supriatna menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Hj. Dila Nurul Fadilah terhadap aspirasi masyarakat Desa Lembang.
Ia berharap komunikasi dan sinergi antara pemerintah desa dengan DPRD Kabupaten Garut dapat terus terjalin, sehingga berbagai kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan dan ditindaklanjuti melalui program pembangunan.
Menurutnya, dukungan terhadap pembangunan infrastruktur desa tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
Agen Perlinsos Diharapkan Bantu Perbarui Data Warga
Terkait kehadiran agen Perlindungan Sosial (Perlinsos), Supriatna menyambut baik program tersebut. Menurutnya, keberadaan agen di lingkungan masyarakat dapat membantu pemerintah memperoleh informasi yang lebih aktual mengenai kondisi sosial dan ekonomi warga.
Ia berharap sistem tersebut dapat membantu proses pemutakhiran data masyarakat sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Dengan adanya agen Perlinsos ini kita bisa meng-update kembali, dengan adanya kenaikan desil,” katanya.
Supriatna berharap perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat terpantau dengan baik. Warga yang mengalami peningkatan kesejahteraan diharapkan dapat tercermin dalam data, sementara masyarakat yang kembali mengalami kerentanan juga dapat memperoleh perhatian sesuai kebutuhannya.
“Harapannya, dengan adanya agen ini masyarakat yang tadinya desil 2 atau 3 naik menjadi 7 atau 8, mudah-mudahan bisa kembali turun,” ujarnya.
Menurut Supriatna, hal tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan data sosial tetap dinamis dan sesuai dengan kondisi masyarakat.
Pada akhirnya, ia berharap gerakan peduli tetangga melalui Perlinsos tidak hanya menjadi sarana pendataan, tetapi juga dapat memperkuat kepedulian antarwarga.
Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, pendamping sosial, legislatif dan pemerintah, upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih optimal. (Hilman)
