Sarasehan Kebangsaan PA GMNI Bersama DPR-RI Dony Maryadi Oekon
RuangRakyatGarut.id — Semangat perjuangan Marhaenisme kembali menjadi sorotan dalam Sarasehan Kebangsaan yang digelar Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC PA GMNI) Kabupaten Garut bersama Anggota DPR RI sekaligus MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, H. Dony Maryadi Oekon, ST., di Beri Kopi, Jalan Hampor, Kabupaten Garut, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua DPC PA GMNI Kabupaten Garut, Bung Kalamuloh Afandi, S.IP., didampingi Pembina DPC PA GMNI Kabupaten Garut, Bung Dedi Hasan Se, serta dihadiri keluarga besar alumni GMNI Kabupaten Garut.
Sarasehan Kebangsaan ini menjadi ruang dialog sekaligus momentum memperkuat komunikasi antara wakil rakyat, alumni GMNI, dan masyarakat dalam menyikapi berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tidak sekadar menjadi forum diskusi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai wadah menyerap aspirasi, bertukar gagasan, serta membangun pemahaman bersama mengenai kondisi bangsa, mulai dari persoalan ekonomi, politik, hingga arah pembangunan nasional.
KALAMULOH AFANDI: MARHAENISME HARUS HADIR DALAM PERJUANGAN NYATA
Ketua DPC PA GMNI Kabupaten Garut, Bung Kalamuloh Afandi, S.IP., menegaskan bahwa Sarasehan Kebangsaan bersama H. Dony Maryadi Oekon merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan memperkuat sinergi antara alumni GMNI dengan para pemangku kebijakan, khususnya wakil rakyat di tingkat pusat.
Menurutnya, komunikasi yang selama ini telah terjalin dengan H. Dony Maryadi Oekon diharapkan semakin berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan dalam mendukung pembangunan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan Sarasehan Kebangsaan hari ini menjadi momentum yang sangat baik bagi kami keluarga besar PA GMNI Kabupaten Garut. Sebetulnya ini bukan pertama kalinya kami berkomunikasi dengan Pak Dony. Sudah beberapa kali kami menjalin komunikasi, dan Alhamdulillah pada kesempatan hari ini beliau juga mengajak kami untuk terus bersinergi dalam konteks pembangunan,” ungkap Kalamuloh.
Ia menjelaskan, forum sarasehan tersebut menjadi kesempatan bagi alumni GMNI untuk menyampaikan berbagai aspirasi, gagasan, serta persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Di sisi lain, peserta juga mendapatkan pemahaman langsung mengenai kondisi kebangsaan dan arah kebijakan nasional.
Menurutnya, komunikasi antara masyarakat daerah dengan wakil rakyat di tingkat pusat harus terus dibangun agar berbagai persoalan di daerah dapat tersampaikan dan memperoleh perhatian dalam proses pengambilan kebijakan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini ada komunikasi dua arah. Bukan hanya kami mendengarkan pemaparan dari anggota DPR RI, tetapi juga ada aspirasi, masukan, dan gagasan dari teman-teman alumni GMNI yang bisa disampaikan dan diperjuangkan. Karena pada prinsipnya, keberadaan organisasi alumni juga harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Kalamuloh juga menekankan bahwa semangat perjuangan GMNI yang berlandaskan Marhaenisme tidak boleh berhenti sebagai identitas ideologis maupun slogan organisasi.
Sebaliknya, nilai-nilai perjuangan tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam memperjuangkan keadilan sosial, membela kepentingan masyarakat kecil, serta mendorong pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya pada forum diskusi atau silaturahmi. Harus ada tindak lanjut dan kerja bersama. Semangat Marhaenisme harus kita hadirkan melalui tindakan nyata, terutama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil dan mendorong pembangunan yang berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.
DONY MARYADI OEKON: ASPIRASI MASYARAKAT HARUS DIBAWA KE DPR RI
Dalam pemaparannya, H. Dony Maryadi Oekon menegaskan bahwa salah satu tujuan utama Sarasehan Kebangsaan tersebut adalah menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan perkembangan situasi nasional secara langsung.
Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh informasi yang utuh mengenai kondisi bangsa dan negara, bukan hanya mengandalkan informasi yang beredar melalui media maupun berbagai kabar yang belum tentu menggambarkan fakta secara menyeluruh.
“Yang paling utama adalah menarik aspirasi dari teman-teman semua dan menyampaikan situasi serta kondisi negara dan bangsa kita hari ini seperti apa. Jangan hanya mendengar ceritanya saja dari media. Situasi ekonomi seperti apa, situasi politik seperti apa, ini juga harus tersampaikan supaya teman-teman memahami kondisi yang sebenarnya,” ungkap Dony.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang telah dibumbui berbagai kepentingan sehingga berpotensi memicu ketegangan dan memperkeruh situasi di tengah masyarakat.
MASYARAKAT BERHAK KRITIS, KEBIJAKAN PEMERINTAH HARUS TERUS DIEVALUASI
Dalam kesempatan tersebut, Dony menekankan pentingnya sikap kritis masyarakat terhadap berbagai kebijakan dan program pemerintah.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menilai sejauh mana program pemerintah berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan rakyat.
Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi, sepanjang disampaikan secara konstruktif dan berorientasi pada perbaikan.
“Kita tetap harus kritis terhadap situasi yang ada. Target-target yang dijalankan pemerintah tentu harus kita nilai bersama. Masyarakat juga berhak memberikan kritik-kritik yang membangun terhadap pemerintah. Aspirasi dan kritik tersebut nantinya bisa menjadi bahan yang kami bawa dalam masa-masa persidangan di DPR ke depan,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya fungsi representasi wakil rakyat, tidak hanya menyampaikan informasi kebijakan kepada masyarakat, tetapi juga membawa suara dan kepentingan masyarakat ke dalam ruang pengambilan keputusan di tingkat nasional.
SEMANGAT MARHAENISME, PERJUANGAN UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT KECIL
Selain membahas dinamika nasional, Dony juga menyinggung nilai-nilai perjuangan GMNI yang memiliki keterkaitan erat dengan pemikiran Bung Karno, khususnya semangat Marhaenisme yang menempatkan kepentingan rakyat kecil sebagai orientasi utama perjuangan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus tetap hidup dan diwujudkan melalui kerja nyata, terutama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat yang membutuhkan perhatian negara.
Sebagai anggota DPR RI yang mewakili masyarakat Garut dan Tasikmalaya, dirinya menegaskan memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi, kemaslahatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok Marhaen.
“Kalau berbicara tentang tugas kita kepada masyarakat, terutama masyarakat Marhaen yang ada di lapangan, aspirasinya harus betul-betul kita bawa dan perjuangkan. Memperjuangkan kemaslahatan serta kesejahteraan mereka merupakan tugas kita sebagai anggota Dewan yang mewakili masyarakat Garut dan Tasikmalaya,” tegasnya.
Ia berharap semangat perjuangan yang diwariskan Bung Karno tidak berhenti sebagai pemikiran atau slogan semata, tetapi menjadi landasan dalam memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
PESAN UNTUK GENERASI MUDA: JANGAN MUDAH TERPROVOKASI!
Menutup penyampaiannya, Dony memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar lebih bijak dalam menyikapi dinamika sosial dan politik yang berkembang saat ini.
Ia mengingatkan bahwa generasi muda harus memiliki kemampuan membaca persoalan secara mendalam, tidak mudah terbakar emosi, serta tidak terburu-buru mengambil tindakan sebelum memahami akar permasalahan.
“Untuk generasi muda, kita jangan mudah terbakar dengan situasi-situasi yang ada di lapangan hari ini. Kita harus meneliti lebih dalam, sebenarnya apa duduk persoalannya. Jangan mudah terpancing untuk melakukan gerakan-gerakan yang akhirnya tidak mengarah kepada hal yang benar,” pesannya.
Menurut Dony, pemahaman terhadap persoalan secara utuh menjadi penting agar setiap gerakan dan sikap yang diambil masyarakat tetap berada pada jalur perjuangan yang benar serta memberikan manfaat bagi kepentingan publik.
Ia juga menilai komunikasi antara masyarakat di daerah dengan para wakil rakyat di tingkat pusat perlu terus diperkuat. Dengan demikian, perkembangan situasi nasional dapat dipahami secara lebih objektif dan aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan melalui jalur konstitusional.
“Ini juga menjadi fungsi kami yang berada di pusat untuk menyampaikan situasi-situasi yang terjadi hari ini, supaya masyarakat, khususnya teman-teman GMNI, memahami duduk persoalan dan kondisi yang sebenarnya. Harapannya kita bisa bersinergi demi kemaslahatan rakyat dan kemakmuran masyarakat,” pungkasnya.
PA GMNI GARUT DORONG SINERGI BERKELANJUTAN, KESEJAHTERAAN RAKYAT JADI ORIENTASI PERJUANGAN
Melalui Sarasehan Kebangsaan tersebut, DPC PA GMNI Kabupaten Garut berharap terbangun komunikasi dan sinergi yang semakin kuat antara alumni GMNI, wakil rakyat, dan masyarakat.
Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan diskusi, tetapi juga mampu menghidupkan kembali semangat perjuangan Marhaenisme, memperkuat kesadaran kebangsaan, serta menjadikan aspirasi rakyat kecil sebagai bagian penting dalam arah kebijakan dan pembangunan nasional.
Semangat Marhaenisme pada akhirnya harus tercermin melalui keberpihakan terhadap masyarakat kecil, pengawalan kebijakan publik, perjuangan keadilan sosial, serta upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Dengan komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, alumni GMNI dan generasi muda diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam mengawal pembangunan, menyampaikan kritik konstruktif, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui cara-cara yang bertanggung jawab dan konstitusional. (Hil)
RuangRakyatGarut.id — Berita Aktual, Independen dan Terpercaya.
