Ruangrakyatgarut.id 09 Agustus 2026 — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp10,8 triliun, ditopang pertumbuhan pendapatan inti, ekspansi kredit yang sehat dan terdiversifikasi, peningkatan transaksi digital, struktur pendanaan yang kuat, serta kualitas aset yang tetap terjaga.
Kinerja tersebut turut mendorong pre-provision operating profit (PPOP) atau laba operasional sebelum pencadangan mencapai Rp18,5 triliun. Angka itu menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode semester pertama.
Penguatan fundamental bisnis BNI juga terlihat dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang meningkat 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp22,3 triliun.
Di sisi lain, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) juga tumbuh 14,2 persen menjadi Rp9 triliun.
Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, mengatakan peningkatan profitabilitas tersebut menunjukkan kontribusi bisnis inti perseroan yang semakin solid dan berimbang.
“Peningkatan pendapatan tidak hanya berasal dari ekspansi kredit, tetapi juga dari pertumbuhan transaksi, solusi cash management, layanan digital, serta aktivitas berbasis komisi lainnya. Diversifikasi sumber pendapatan ini penting untuk menjaga ketahanan profitabilitas BNI dalam berbagai kondisi siklus ekonomi,” ujar Paolo.
Kredit Tumbuh 24,4 Persen
Pertumbuhan pendapatan bunga bersih BNI turut didukung ekspansi kredit yang tetap mengedepankan kualitas.
Hingga akhir Juni 2026, penyaluran kredit BNI tumbuh 24,4 persen secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun.
Pertumbuhan tersebut berasal dari portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi pada berbagai sektor ekonomi dan segmen bisnis utama. Portofolio tersebut mencakup segmen korporasi, menengah, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga konsumer.
Dalam menjalankan ekspansi, BNI menerapkan pendekatan selektif dengan mempertimbangkan prospek industri serta profil risiko masing-masing debitur.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio kredit.
Transaksi Digital Semakin Meningkat
Selain kredit, transformasi digital juga menjadi salah satu mesin pertumbuhan BNI sepanjang semester I 2026.
Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna wondr by BNI telah mencapai 15,1 juta pengguna. Sementara volume transaksinya tumbuh signifikan sebesar 110 persen secara tahunan.
Pada segmen wholesale, jumlah pengguna BNIdirect tercatat mencapai 280 ribu pengguna. Volume transaksi melalui platform tersebut tumbuh 17 persen secara tahunan menjadi Rp6.039 triliun.
Peningkatan penggunaan kanal digital tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan layanan digital BNI oleh nasabah ritel maupun korporasi.
Pertumbuhan transaksi digital, solusi cash management, serta berbagai layanan berbasis digital turut memperkuat pendapatan berbasis komisi perseroan.
CASA Tumbuh dan Biaya Dana Membaik
Kinerja bisnis BNI juga ditopang struktur pendanaan yang kuat.
Di tengah persaingan likuiditas industri perbankan, CASA BNI tumbuh 11,2 persen secara tahunan, sehingga rasio CASA dapat dipertahankan pada level 65,4 persen.
Kondisi tersebut turut mendukung efisiensi biaya dana. Cost of fund dana pihak ketiga BNI membaik menjadi 2,56 persen, dibandingkan 2,78 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Struktur pendanaan yang kuat dinilai menjadi modal penting bagi BNI untuk menjaga daya saing sekaligus mendukung pertumbuhan kredit secara berkelanjutan.
Kualitas Aset Tetap Terjaga
Di tengah ekspansi bisnis dan pertumbuhan kredit yang cukup tinggi, BNI juga mencatatkan perbaikan kualitas aset.
Hingga akhir Juni 2026, rasio loan at risk (LAR) membaik dari 11,0 persen menjadi 8,1 persen. Sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada pada level 1,9 persen.
BNI juga mempertahankan kebijakan pencadangan yang konservatif sebagai bagian dari disiplin manajemen risiko.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan neraca sekaligus memberikan ruang bagi perseroan melanjutkan ekspansi bisnis secara sehat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Fokus Semester II 2026
Memasuki paruh kedua 2026, BNI menyatakan akan terus memperkuat struktur pendanaan, menjaga pertumbuhan kredit yang berkualitas dan terdiversifikasi, serta mempertahankan kualitas aset melalui pengelolaan risiko dan pencadangan yang disiplin.
Perseroan juga akan melanjutkan transformasi digital serta implementasi BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment).
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas jaringan, memperkuat kapabilitas bisnis, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi di setiap daerah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BNI dalam memperkuat fundamental perusahaan dan menciptakan nilai secara berkelanjutan.
Arah tersebut juga disebut selaras dengan fokus Danantara Indonesia dalam mendorong penguatan fundamental perusahaan, penerapan tata kelola yang profesional, serta penciptaan nilai jangka panjang melalui pengelolaan BUMN.
Dengan pendapatan inti yang tumbuh solid, kredit yang sehat dan terdiversifikasi, peningkatan transaksi digital, struktur pendanaan yang kuat, serta kualitas aset yang tetap terjaga, BNI optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan.
Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kontribusi bagi nasabah dan perekonomian nasional.
