Ruangrakyatgarut.id — Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Garut yang digelar di Hotel Santika Garut, Minggu (20/9/2026), menetapkan Dr. Ir. Abdusyukur Amin, Meng Ipu., sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut.
Pasca-penetapan tersebut, Ketua DPD Hima Kosgoro 1957, Andre Lesmana, menyampaikan ucapan selamat kepada Abdusyukur Amin. Ia berharap kepemimpinan baru tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi sekaligus mengembalikan soliditas kader Partai Golkar di Kabupaten Garut.
“Selamat kepada Bapak Dr. Ir. Abdusyukur Amin. Semoga diberikan kelancaran dalam memimpin DPD Golkar Kabupaten Garut,” ujar Andre.
Menurut Andre, berakhirnya rangkaian Musda harus menjadi titik awal bagi seluruh kader untuk kembali menyatukan langkah. Perbedaan pandangan yang muncul selama proses Musda dinilai merupakan bagian dari dinamika organisasi yang perlu diakhiri dengan semangat kebersamaan.
“Yang terpenting adalah bagaimana seluruh kader dapat bersatu setelah Musda dan bersama-sama menjalankan agenda organisasi,” katanya.
Ia menegaskan, konsolidasi internal menjadi pekerjaan penting setelah kepemimpinan baru ditetapkan. Seluruh elemen partai, menurutnya, perlu kembali membangun komunikasi agar tidak ada lagi sekat akibat dinamika yang berkembang selama Musda.
“Harapannya kepemimpinan beliau dapat membawa semangat baru, memperkuat soliditas kader dan membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat,” ujarnya.
Andre juga menilai kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh struktur kepengurusan. Lebih dari itu, komunikasi antarkader dan kemampuan membangun hubungan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan kerja organisasi.
Karena itu, ia berharap Golkar Garut di bawah kepemimpinan Abdusyukur Amin dapat memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Garut.
“Kami Hima Kosgoro 1957 siap membangun komunikasi dan sinergi yang positif,” tegasnya.
Andre menambahkan, Hima Kosgoro 1957 membuka ruang komunikasi dan sinergi dengan Partai Golkar dalam berbagai agenda yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, kepemimpinan baru memiliki tantangan untuk memastikan seluruh kekuatan organisasi dapat bergerak dalam satu arah setelah proses Musda selesai.
“Musda harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menjalankan kerja organisasi secara konkret,” pungkasnya.
Pasca-Musda, perhatian kini beralih pada langkah kepemimpinan Abdusyukur Amin dalam melakukan konsolidasi, menyusun kepengurusan, serta menyatukan kembali berbagai elemen internal Partai Golkar Kabupaten Garut.
Bagi Andre, Musda bukanlah akhir dari dinamika organisasi. Sebaliknya, forum tersebut harus menjadi titik awal untuk membangun kembali kebersamaan dan memastikan kader Golkar kembali berada dalam satu barisan untuk menjalankan agenda organisasi dan kerja-kerja kemasyarakatan.
Ketua DPD Hima Kosgoro 1957 Ucapkan Selamat kepada Abdusyukur Amin, Serukan Kader Golkar Kembali Satu Barisan Usai Musda
GARUT — Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Garut yang digelar di Hotel Santika Garut, Minggu (20/9/2026), menetapkan Dr. Ir. Abdusyukur Amin, M.P. sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut.
Pasca-penetapan tersebut, Ketua DPD Hima Kosgoro 1957, Andre Lesmana, menyampaikan ucapan selamat kepada Abdusyukur Amin. Ia berharap kepemimpinan baru tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi sekaligus mengembalikan soliditas kader Partai Golkar di Kabupaten Garut.
“Selamat kepada Bapak Dr. Ir. Abdusyukur Amin. Semoga diberikan kelancaran dalam memimpin DPD Golkar Kabupaten Garut,” ujar Andre.
Menurut Andre, berakhirnya rangkaian Musda harus menjadi titik awal bagi seluruh kader untuk kembali menyatukan langkah. Perbedaan pandangan yang muncul selama proses Musda dinilai merupakan bagian dari dinamika organisasi yang perlu diakhiri dengan semangat kebersamaan.
“Yang terpenting adalah bagaimana seluruh kader dapat bersatu setelah Musda dan bersama-sama menjalankan agenda organisasi,” katanya.
Ia menegaskan, konsolidasi internal menjadi pekerjaan penting setelah kepemimpinan baru ditetapkan. Seluruh elemen partai, menurutnya, perlu kembali membangun komunikasi agar tidak ada lagi sekat akibat dinamika yang berkembang selama Musda.
“Harapannya kepemimpinan beliau dapat membawa semangat baru, memperkuat soliditas kader dan membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat,” ujarnya.
Andre juga menilai kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh struktur kepengurusan. Lebih dari itu, komunikasi antarkader dan kemampuan membangun hubungan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan kerja organisasi.
Karena itu, ia berharap Golkar Garut di bawah kepemimpinan Abdusyukur Amin dapat memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Garut.
“Kami Hima Kosgoro 1957 siap membangun komunikasi dan sinergi yang positif,” tegasnya.
Andre menambahkan, Hima Kosgoro 1957 membuka ruang komunikasi dan sinergi dengan Partai Golkar dalam berbagai agenda yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, kepemimpinan baru memiliki tantangan untuk memastikan seluruh kekuatan organisasi dapat bergerak dalam satu arah setelah proses Musda selesai.
“Musda harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menjalankan kerja organisasi secara konkret,” pungkasnya.
Pasca-Musda, perhatian kini beralih pada langkah kepemimpinan Abdusyukur Amin dalam melakukan konsolidasi, menyusun kepengurusan, serta menyatukan kembali berbagai elemen internal Partai Golkar Kabupaten Garut.
Bagi Andre, Musda bukanlah akhir dari dinamika organisasi. Sebaliknya, forum tersebut harus menjadi titik awal untuk membangun kembali kebersamaan dan memastikan kader Golkar kembali berada dalam satu barisan untuk menjalankan agenda organisasi dan kerja-kerja kemasyarakatan.
