Ruangrakyatgarut.id 28 Juli 2026 – Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Garut, H. Muchtarul Wildan, menegaskan bahwa kebijakan merekrut hingga 80 persen pengurus dari kalangan Generasi Z (Gen Z) bukan sekadar langkah simbolis atau pencitraan politik. Kebijakan ini merupakan strategi terukur dan berorientasi jangka panjang dalam memperkuat fondasi partai menuju Pemilu 2029.
“Ini bukan gimmick, melainkan kebutuhan strategis. Arah politik ke depan sangat ditentukan oleh generasi muda. Jika tidak dipersiapkan sejak sekarang, kita akan tertinggal,” tegas Wildan.
Menurutnya, PAN membaca secara cermat perubahan demografi politik nasional. Dalam beberapa tahun ke depan, Gen Z diproyeksikan menjadi kekuatan dominan dalam menentukan hasil pemilu. Karena itu, partai mengambil langkah progresif dengan memberikan ruang signifikan kepada generasi muda, bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai aktor utama dalam struktur dan gerakan politik.
Wildan menilai pendekatan politik konvensional sudah tidak lagi memadai. Model kampanye lama yang bertumpu pada baliho, seremoni, dan retorika klasik dinilai semakin kehilangan relevansi di tengah generasi yang tumbuh dalam ekosistem digital yang cepat dan dinamis.
“Gen Z bukan objek politik, melainkan subjek. Mereka membentuk opini dan menggerakkan arus perubahan. Karena itu, mereka harus berada di dalam sistem, bukan di luar,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dominasi Gen Z dalam struktur PAN bukan sekadar persoalan angka, tetapi bagian dari transformasi menyeluruh—mulai dari pola pikir, komunikasi politik, hingga strategi pergerakan yang lebih cepat, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Namun demikian, Wildan mengingatkan bahwa keterbukaan ruang bagi generasi muda harus diiringi dengan pembinaan yang serius dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas, integritas, serta pemahaman politik yang mendalam agar kader muda tidak hanya unggul secara popularitas, tetapi juga matang secara substansi.
“Jangan hanya viral. Politik bukan sekadar konten, tetapi menyangkut arah kebijakan dan masa depan bangsa,” tegasnya.
Dengan langkah ini, PAN Garut menegaskan posisinya bukan sekadar mengikuti arus perubahan, melainkan ambil peran di garis depan dalam konsolidasi kekuatan politik generasi muda menuju Pemilu 2029.
