Ruangrakyatgarut.id 29 Juni 2026 – Dalam rangkaian Refleksi Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Garut menyerukan kepada pemerintah agar segera menetapkan sebagai Pahlawan Nasional. GMNI menilai jasa dan pengorbanan Inggit bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia selama ini belum memperoleh penghormatan yang layak dari negara.
Ketua DPC GMNI Garut, , menegaskan bahwa sejarah bangsa tidak boleh hanya berfokus pada tokoh-tokoh laki-laki, tetapi juga harus memberikan ruang penghormatan kepada perempuan yang memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan.
“Bangsa ini tidak boleh menderita amnesia sejarah. Di balik pidato-pidato revolusioner Bung Karno dan perjuangan menuju kemerdekaan, ada Inggit Garnasih yang menjual harta bendanya, mendampingi Bung Karno dalam masa-masa sulit, bahkan rela mengorbankan kehidupan pribadinya demi cita-cita kemerdekaan. Namun hingga hari ini, negara belum memberikan penghormatan yang sepadan,” tegas Fazha.
Menurutnya, pengakuan terhadap Inggit Garnasih bukan sekadar pemberian gelar kehormatan, melainkan bentuk keadilan sejarah sekaligus pengakuan atas kontribusi perempuan dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.
Sementara itu, Sekretaris DPC GMNI Garut, , mengatakan bahwa melupakan jasa Inggit Garnasih sama artinya dengan menghilangkan salah satu mata rantai penting dalam sejarah perjuangan nasional.
“Setiap Bulan Bung Karno, kita berbicara tentang nasionalisme, revolusi, dan ajaran Bung Karno. Namun kita sering lupa bahwa revolusi tidak lahir dari satu orang. Ada tangan-tangan yang bekerja dalam sunyi, ada pengorbanan yang tidak tercatat secara utuh dalam buku sejarah. Inggit Garnasih adalah salah satunya,” ujarnya.
DPC GMNI Garut menilai sudah saatnya pemerintah pusat memberikan penghormatan yang pantas dengan menetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap sejarah yang lebih utuh, inklusif, dan berkeadilan.
Bagi GMNI Garut, Refleksi Bulan Bung Karno tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial maupun romantisme sejarah semata. Momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi untuk meluruskan ingatan kolektif bangsa serta memberikan penghargaan kepada seluruh tokoh yang telah berkontribusi bagi lahirnya Republik Indonesia.
“Negara tidak boleh terus-menerus melupakan mereka yang turut melahirkan Indonesia. Sudah saatnya Inggit Garnasih mendapatkan tempat terhormat sebagai Pahlawan Nasional,” tutup pernyataan DPC GMNI Garut.
