Ruangrakyatgarut.id – Curah hujan tinggi kembali membuka persoalan klasik yang tak kunjung tuntas, yakni buruknya sistem drainase. Meski hujan telah reda, air tetap meluap ke badan jalan hingga masuk ke permukiman warga, khususnya di Kampung Balong, Jalan Cimasuk.
Banjir terjadi pada Kamis malam (16/4/2026) sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB. Peristiwa ini kembali memicu keluhan warga yang menilai kondisi drainase justru semakin buruk, bahkan setelah dilakukan perbaikan beberapa waktu lalu.
Air yang tidak tertampung akibat saluran drainase yang dangkal dan kurang terawat meluber ke jalan. Dampaknya, arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani Timur sempat lumpuh. Sejumlah kendaraan, terutama sepeda motor, mogok setelah nekat menerobos genangan.
Tak hanya mengganggu lalu lintas, banjir juga merendam sejumlah rumah warga di Kampung Cimasuk. Kondisi ini menambah kekhawatiran, mengingat peristiwa serupa kerap berulang setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Situasi ini memperlihatkan lemahnya penanganan infrastruktur dasar. Drainase yang seharusnya menjadi solusi justru menjadi sumber masalah karena tidak berfungsi optimal. Minimnya normalisasi serta kurangnya perawatan saluran air diduga menjadi faktor utama yang memperparah kondisi.
Salah seorang warga menyebut banjir kali ini tergolong besar dan bukan yang pertama terjadi.“Ini banjir besar sekali, dan ini sudah berapa kali terjadi. Sekarang sekitar jam delapan sampai jam sembilan malam, air makin naik,” ujarnya.
Ia juga menduga penyebab utama banjir berasal dari selokan yang tidak berfungsi dengan baik. Ironisnya, saluran tersebut sebelumnya telah diperbaiki dan dikeruk.
“Memang sudah ada pengerukan beberapa hari lalu, tapi sekarang justru lebih parah,” tambahnya.
Selain merendam jalan dan permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Warga menyebut kondisi jalan semakin rusak akibat terus tergerus air yang meluap.
Masyarakat mendesak dinas terkait agar tidak hanya melakukan perbaikan sementara, tetapi menghadirkan solusi yang menyentuh akar persoalan, terutama normalisasi saluran air yang dangkal dan rusak.
“Mudah-mudahan bisa benar-benar diperbaiki. Jangan sampai setiap hujan besar selalu seperti ini,” harap warga.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa. Namun, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah serius agar banjir yang terus berulang tidak lagi menjadi ancaman rutin.
Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa persoalan infrastruktur dasar tidak bisa lagi diabaikan. Tanpa penanganan yang serius dan terukur, masyarakat akan terus menjadi korban dari masalah yang seharusnya dapat dicegah. (Hil)
