Ruangrakyatgarut.id 04 Oktober 2026 — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Garut menggelar Apel Akbar di Gedung Art Center Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus evaluasi perjalanan kepengurusan PKS Garut setelah satu tahun menjalankan program dan kerja organisasi.
Apel Akbar tersebut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Ahab Sihabudin, S.H.I., sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Garut dari PKS, jajaran pengurus DPD PKS Kabupaten Garut, pengurus DPC PKS, hingga pengurus Dewan Pimpinan Ranting Anggota (DPRA) serta unsur kader dan simpatisan PKS.
Ketua DPD PKS Kabupaten Garut, H. Yusuf Musyaffa, Lc., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang sekaligus menjadi ruang untuk melakukan evaluasi terhadap capaian kerja organisasi selama satu tahun pertama kepengurusan.
“Ini adalah acara kegiatan tahunan kita. Baru satu tahun kepengurusan kita di Kabupaten Garut dan kita ingin mengevaluasi sejauh mana capaian-capaian kerja kita, apa yang kurang, dan apa yang perlu kita perbaiki,” ujar Yusuf.
Menurutnya, evaluasi tersebut penting dilakukan untuk memastikan organisasi memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi perjalanan kepengurusan hingga lima tahun ke depan. Setiap capaian dan kekurangan selama satu tahun terakhir menjadi bahan perbaikan agar kerja organisasi dapat berjalan lebih baik.
“Karena kita punya bentang waktu lima tahun ke depan, satu tahun ini kita evaluasi. Tentunya dari evaluasi tersebut kita ingin lebih memperbaiki ke depan, bisa lebih baik lagi,” katanya.
Kegiatan Apel Akbar juga melibatkan struktur organisasi PKS dari berbagai tingkatan. Tidak hanya jajaran DPD, tetapi pengurus DPC dan DPRA turut diundang untuk mengikuti agenda konsolidasi tersebut.
Yusuf menyebutkan, pihaknya menargetkan sekitar 350 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran struktur hingga tingkat bawah dinilai penting untuk memperkuat komunikasi dan soliditas internal partai.
“Jadi kita undang semua struktur se-Kabupaten Garut. Walaupun memang tidak semuanya, tetapi kita undang sampai kira-kira yang datang. Estimasi kemarin rencananya sekitar 350 orang,” ungkapnya.
Bangun Fondasi Organisasi Menuju 2029
Dalam kesempatan tersebut, Yusuf juga menyinggung arah kerja organisasi PKS Garut dalam menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pemilu 2029.
Ia menegaskan, target politik tidak dapat dicapai secara instan. Menurutnya, diperlukan proses panjang melalui konsolidasi organisasi, peningkatan kinerja kader, serta penguatan struktur dari tingkat kabupaten hingga akar rumput.
“Kalau kita berbicara target politik ke depan, tentunya semua proses itu adalah bagian daripada usaha. Kerja besar yang akan kita lakukan tidak mungkin dilakukan dalam jangka waktu yang singkat,” ujarnya.
Karena itu, Yusuf mengatakan PKS Garut mulai membangun fondasi kerja secara serius sejak saat ini. Konsolidasi organisasi dinilai menjadi bagian penting untuk mempersiapkan berbagai agenda politik yang akan datang.
“Jadi dari sekarang kita membangun fondasi kinerja yang secara serius untuk menghadapi agenda ke depan,” katanya.
Terkait perolehan kursi DPRD Kabupaten Garut, PKS saat ini memiliki tujuh kursi hasil Pemilu 2024. Data tersebut tercantum dalam penetapan perolehan kursi KPU Kabupaten Garut untuk DPRD periode 2024–2029.
Yusuf menyampaikan bahwa capaian tersebut akan menjadi pijakan untuk meningkatkan perolehan kursi pada pemilu berikutnya.
“Ya tentu kalau kita berbicara target pasti kita ingin lebih baik lagi ke depan. Misalkan hari ini kita mendapatkan tujuh kursi, tentunya di 2029 kita inginkan lebih dari itu,” tegasnya.
Penjajakan Kandidat Mulai Dilakukan
Disinggung mengenai persiapan calon atau figur yang berpotensi maju dalam kontestasi politik mendatang, Yusuf menyebut proses tersebut masih berada dalam tahap penjajakan.
Menurutnya, komunikasi dan pemetaan terhadap figur potensial terus dilakukan, meskipun tahapan menuju Pemilu 2029 masih cukup panjang.
“Masih proses. Karena mungkin masih jauh juga. Terus menjajaki komunikasi, kemudian mencoba mencari kira-kira kader-kader yang mungkin bisa kita proyeksikan di 2029. Insya Allah proses itu terus berjalan,” jelas Yusuf.
Ia juga menegaskan bahwa PKS terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung dan berkontribusi melalui partai. Namun, setiap proses tersebut tetap harus mengikuti mekanisme dan ketentuan organisasi.
“Sebetulnya PKS sangat terbuka untuk siapapun, untuk mengabdi, untuk berkontribusi untuk Indonesia. Siapapun bisa masuk, tetapi mengikuti mekanisme yang ada,” katanya.
Tekankan Soliditas hingga Tingkat Akar Rumput
Menutup keterangannya, Yusuf berharap seluruh jajaran pengurus, mulai dari DPD, DPC, DPRA, hingga kader dan simpatisan, dapat terus menjaga soliditas dan kebersamaan.
Ia meminta seluruh struktur organisasi tidak hanya berkonsolidasi secara internal, tetapi juga terus bergerak dan bekerja di tengah masyarakat.
“Harapannya tentu kita terus menjaga soliditas struktur, kemudian kebersamaan. Kita harus bergerak, bekerja, tidak kenal henti,” ujarnya.
Menurut Yusuf, capaian politik membutuhkan proses panjang dan kerja kolektif. Karena itu, seluruh potensi yang dimiliki organisasi harus dimaksimalkan secara berkelanjutan.
“Kemenangan ini tidak mungkin diraih dengan sesuatu yang sederhana. Kami selalu menyampaikan kepada semua kader agar bisa memaksimalkan semua potensi yang dimiliki,” pungkasnya.
Apel Akbar tersebut pun menjadi salah satu momentum bagi PKS Kabupaten Garut untuk memperkuat koordinasi internal, mengevaluasi perjalanan satu tahun kepengurusan, sekaligus menyusun fondasi kerja organisasi untuk menghadapi agenda politik dan pelayanan masyarakat pada tahun-tahun mendatang. (Hilman)
