Ruangrakyatgarut.id 14 April 2026 – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk mencegah potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seiring memasuki musim kemarau.
Langkah tersebut difokuskan pada penguatan pengawasan dan penanganan di titik-titik rawan, terutama di TPA Pasirbajing yang dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi akibat kondisi timbunan sampah.
Kepala UPT TPA Pasirbajing, Iwan Setiawan, SE, menyampaikan bahwa pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan guna mengantisipasi munculnya titik api.
Menurutnya, potensi kebakaran tidak hanya berasal dari permukaan, tetapi juga dari dalam timbunan sampah yang sulit terdeteksi secara langsung.
Ia menjelaskan, kondisi sampah yang kering selama musim kemarau serta adanya gas dari proses pembusukan menjadi faktor utama pemicu kebakaran di area TPA.
Untuk mengatasi hal tersebut, DLH Garut menyiapkan metode penanganan berupa penimbunan menggunakan tanah urug guna menutup titik api dan memutus sumber panas.
Selain itu, armada mobil tangki air juga disiagakan untuk melakukan penyiraman sebagai langkah cepat dalam proses pemadaman jika kebakaran terjadi.
DLH menilai, upaya pencegahan perlu dilakukan secara intensif karena kebakaran di TPA dapat menimbulkan dampak luas, seperti pencemaran udara dan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Seiring meningkatnya potensi kebakaran saat musim kemarau, DLH Garut mengimbau petugas serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu api di sekitar kawasan TPA.
Pemerintah daerah berharap langkah antisipatif ini dapat meminimalkan risiko kebakaran, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Garut.
