Ruangrakyatgarut.id 10 September 2026 – Insiden senggolan kendaraan terjadi di Jalan Patriot, tepatnya di depan Yantap BJB Garut. Sebuah Honda BR-V putih bernomor polisi D 1015 FM diduga menyenggol Honda Freed milik Eldy yang sedang terparkir.
Peristiwa tersebut tidak hanya menyebabkan goresan pada bagian pintu tengah Honda Freed, tetapi juga memicu ketegangan antara pemilik kendaraan dan pengendara BR-V.
Kejadian bermula ketika Honda Freed milik Eldy berada dalam posisi terparkir. Saat Honda BR-V hendak mundur, kendaraan tersebut diduga menyenggol bagian pintu tengah Freed hingga meninggalkan bekas goresan berwarna hitam.
Mendapati kendaraannya tersenggol, Eldy kemudian memeriksa kondisi mobil dan menghampiri pengendara BR-V untuk meminta penjelasan.
“Kamana pak, naha teu katingali ieu mobil keur parkir? Abdi mah eureun jelas di dieu,” ujar Eldy saat menanyakan kejadian tersebut.
Menurut pengakuan Eldy, respons yang diterimanya justru bernada tinggi. Ia menyebut pengendara BR-V membentak dan cenderung menyalahkan pihaknya, meski kendaraan miliknya dalam posisi terparkir.
Eldy menegaskan, persoalan yang ia soroti bukan semata-mata mengenai kerusakan kendaraan atau tuntutan ganti rugi. Ia mengaku lebih kecewa karena tidak mendapatkan permintaan maaf atas kejadian tersebut.
“Saya di sini bukan menuntut ganti rugi, tapi etika dan adab. Harusnya kalau salah ya minta maaf, bukan malah bentak-bentak,” tegasnya.
Pengendara Honda BR-V tersebut disebut-sebut merupakan mantan pejabat di lingkungan DPPKBPPPA Kabupaten Garut. Karena itu, sikap yang ditunjukkan dalam insiden tersebut turut menjadi perhatian, terutama menyangkut etika ketika berhadapan dengan masyarakat di ruang publik.
Sejumlah saksi di sekitar lokasi juga menyayangkan situasi yang berkembang. Menurut mereka, persoalan kecil di jalan semestinya dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik tanpa harus menimbulkan ketegangan.
Etika berlalu lintas, lanjut mereka, tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga sikap saling menghargai dan kesediaan bertanggung jawab ketika terjadi persoalan.
Nilai-nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh pun dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk ketika menghadapi insiden kendaraan di ruang publik.
Eldy juga menyebut pengendara BR-V meninggalkan lokasi setelah kejadian. Ia mengaku tidak mendapatkan permintaan maaf maupun penjelasan lebih lanjut terkait senggolan yang menyebabkan goresan pada kendaraannya.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi atau konfirmasi dari pihak pengendara Honda BR-V mengenai kronologi maupun tudingan terkait sikapnya dalam insiden tersebut.
Eldy berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama bahwa setiap persoalan di jalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin, komunikasi yang baik, serta mengedepankan etika dan tanggung jawab.
Bagi Eldy, persoalan tersebut bukan sekadar tentang goresan pada bodi kendaraan, melainkan bagaimana seseorang bersikap ketika terjadi kesalahan di ruang publik.
