Ruangrakyatgarut.id 8 September 2026 – Seorang siswi kelas IX MTs Maripari, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, berinisial N, diduga menjadi korban perundungan atau bullying yang dilakukan oleh lebih dari lima orang.
N, yang merupakan warga Kp. Munjul, Desa Sukawening, Kecamatan Sukawening, diduga mengalami tindakan bullying pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut disebut terjadi di wilayah Desa Mekarhurip, Kecamatan Sukawening.
Berdasarkan informasi yang diterima, pihak keluarga korban telah mendatangi Mapolsek Sukawening untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun, pihak kepolisian menyarankan agar kasus tersebut dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Garut.
Pelaporan ke Unit PPA Polres Garut kemudian dilakukan pada Selasa (8/9/2026) siang.
Kapolsek Sukawening, Budiman, membenarkan adanya pihak keluarga korban yang datang untuk menyampaikan laporan terkait dugaan bullying tersebut.
Menurutnya, penanganan perkara yang melibatkan anak lebih tepat dilakukan oleh unit yang memiliki kewenangan khusus dalam menangani perkara perempuan dan anak.
“Untuk kejadian bullying seperti ini sebaiknya dilaporkan ke Unit PPA Polres Garut. Karena itu tadi saya sarankan untuk melakukan pelaporan ke Unit PPA Polres Garut,” ujar Budiman.
Sementara itu, Kepala MTs Maripari, Saep Munawar, mengatakan pihak sekolah telah memperoleh informasi mengenai dugaan peristiwa yang menimpa siswinya tersebut.
Namun, ia meminta agar informasi mengenai pihak yang diduga terlibat tidak disimpulkan terlebih dahulu sebelum adanya keterangan yang lebih jelas dan terverifikasi.
“Kami masih menunggu informasi yang betul-betul detail. Mengenai sekolah mana yang diduga melakukan bullying, saya tidak ingin berandai-andai,” kata Saep Munawar saat memberikan keterangan kepada media, Selasa sore.
Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin menyebutkan sekolah atau pihak tertentu sebelum informasi mengenai kronologi maupun identitas orang-orang yang diduga terlibat benar-benar diketahui.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan kepada Unit PPA Polres Garut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Polisi diharapkan dapat mengungkap secara terang kronologi kejadian serta memastikan perlindungan terhadap korban.
