ruangrakyatgarut.id 08 Agustus 2026 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Garut menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan Aliansi Bela Anak Bangsa (ABAG) dalam upaya mencegah dan memberantas peredaran obat keras ilegal, narkoba, minuman keras, serta berbagai persoalan sosial yang mengancam masa depan generasi muda.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua PDM Muhammadiyah Kabupaten Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., saat menerima kunjungan jajaran ABAG dalam agenda silaturahmi dan diskusi di lingkungan PDM Muhammadiyah Kabupaten Garut, Sabtu (8/8/2026). Agus didampingi Sekretaris PDM Kabupaten Garut, Deden Wahyudin, M.Pd.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antara ABAG dan Muhammadiyah, khususnya melalui jaringan pendidikan, dakwah, kader kepemudaan serta berbagai organisasi otonom Muhammadiyah.
Agus menilai persoalan peredaran obat keras ilegal, narkoba, minuman keras dan berbagai ancaman sosial terhadap anak serta remaja merupakan keresahan bersama. Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat penegak hukum.
“PDM Muhammadiyah Kabupaten Garut mendukung penuh langkah gerakan Aliansi Bela Anak Bangsa. Ini merupakan persoalan bersama dan menjadi keresahan kita bersama, terutama menyangkut masa depan generasi muda,” ujar Agus.
Menurut Agus, Muhammadiyah selama ini telah memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut melalui berbagai aktivitas pendidikan dan dakwah. Namun, gerakan tersebut akan menjadi lebih kuat apabila dilakukan secara kolektif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Insya Allah apa yang disampaikan hari ini sebagian besar sudah kita upayakan juga. Tetapi kalau ada gerakan bersama, menjadi gerakan kolektif, tentu akan lebih kuat,” katanya.
Ia menilai edukasi kepada generasi muda harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh berbagai ruang yang dekat dengan kehidupan anak, mulai dari sekolah, keluarga, lingkungan masyarakat, tempat ibadah hingga komunitas kepemudaan.
Agus juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap generasi muda saat ini tidak hanya berasal dari narkoba dan obat keras ilegal. Persoalan lain seperti minuman keras, perjudian, pinjaman online hingga paparan berbagai konten negatif juga perlu menjadi perhatian bersama.
“Masalahnya memang menjadi kegelisahan kita bersama. Miras dan obat keras sekarang kadang-kadang tidak lagi sembunyi, bahkan sudah memperlihatkan diri,” ujarnya.
Karena itu, PDM Muhammadiyah Garut mendorong agar upaya pencegahan tidak hanya dilakukan ketika suatu kasus telah terjadi. Edukasi dan penguatan lingkungan yang sehat bagi anak harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Angkatan Muda Muhammadiyah Siap Turun
Sebagai bentuk dukungan konkret, PDM Muhammadiyah Kabupaten Garut menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan ABAG, termasuk terlibat dalam kegiatan dan aksi yang akan dilaksanakan bersama.
Agus menegaskan PDM Muhammadiyah akan menggerakkan sejumlah unsur dan organisasi otonom Muhammadiyah untuk mengambil bagian dalam gerakan tersebut.
“Kami siap bersinergi dengan ABAG. Bahkan, Angkatan Muda Muhammadiyah akan kami libatkan sebagai bagian dari gerakan bersama ini. Ini merupakan bukti bahwa persoalan tersebut menjadi keresahan bersama yang harus kita sikapi secara nyata,” tegasnya.
Keterlibatan tersebut mencakup berbagai unsur Angkatan Muda Muhammadiyah, di antaranya Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hizbul Wathan (HW), serta unsur Muhammadiyah lainnya.
PDM Muhammadiyah Garut juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan ABAG dalam aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, di halaman Kantor Bupati Garut.
Agus berharap keterlibatan kader Muhammadiyah dapat memperkuat pesan edukasi sekaligus memperluas jangkauan gerakan kepada pelajar, mahasiswa, pemuda dan masyarakat.
“Kita ingin gerakan ini menjadi gerakan bersama. Muhammadiyah memiliki banyak kekuatan kader, mulai dari pelajar, mahasiswa, pemuda hingga unsur perempuan. Semuanya memiliki peran untuk bersama-sama menyelamatkan generasi muda,” tuturnya.
Pemerintah Perlu Didukung Masyarakat
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa pemerintah tetap memiliki peran penting dalam menangani persoalan peredaran obat keras ilegal, narkoba dan berbagai ancaman terhadap generasi muda.
Namun, menurutnya, pemerintah juga membutuhkan dukungan dari masyarakat dan berbagai organisasi agar langkah pencegahan dapat berjalan lebih efektif.
“Pemerintah harus banyak dibantu. Bukan berarti pemerintah tidak melakukan, tetapi persoalannya sudah banyak. Yang penting bagaimana kita bersama-sama mengimplementasikan gerakan ini tanpa melanggar aturan dan tidak mengganggu kewenangan masing-masing,” jelasnya.
Ia menambahkan, Muhammadiyah memiliki jaringan yang cukup luas hingga berbagai lapisan masyarakat. Potensi tersebut akan dioptimalkan untuk menyampaikan pesan edukasi tentang bahaya obat keras ilegal, narkoba, minuman keras dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Kegelisahan kita sama. Hanya saja harus bertemu seperti ini agar gerakannya bisa bersama-sama. Yang penting kita bergandengan tangan,” katanya.
Agus menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh lagi hanya menjadi bahan pembicaraan. Diperlukan langkah nyata dan kolaborasi lintas elemen untuk melindungi anak-anak dan generasi muda.
“Ini bukan lagi hal yang perlu kita diamkan, bukan hal yang perlu kita tunggu lagi, tetapi sudah harus kita lakukan,” tegasnya.
ABAG Sambut Dukungan PDM Muhammadiyah
Sementara itu, Sekjen ABAG Tedi Sutardi menyambut positif dukungan yang diberikan PDM Muhammadiyah Kabupaten Garut.
Menurutnya, silaturahmi tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya gerakan kolektif lintas organisasi dalam menghadapi persoalan peredaran obat keras ilegal, narkoba, minuman keras dan berbagai ancaman sosial terhadap generasi muda.
Sinergi antara ABAG dan Muhammadiyah diharapkan tidak berhenti pada pertemuan dan diskusi, tetapi dapat diwujudkan melalui program edukasi serta aksi nyata di sekolah, lingkungan keluarga, tempat ibadah, komunitas dan ruang-ruang publik.
Dengan dukungan PDM Muhammadiyah beserta jaringan Angkatan Muda Muhammadiyah, gerakan perlindungan generasi muda di Kabupaten Garut diharapkan semakin luas dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa upaya menyelamatkan generasi muda dari bahaya obat keras ilegal, narkoba, minuman keras dan berbagai ancaman sosial merupakan tanggung jawab bersama.
Sinergi antara masyarakat, organisasi keagamaan, pemuda, dunia pendidikan, pemerintah dan aparat penegak hukum dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda Kabupaten Garut.
(Hilman)
