Ruangrakyatgarut.id 07 Agustus 2026 – Dinamika internal Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Garut mulai menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026.
Musda tersebut dipandang menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Kabupaten Garut dalam menentukan kepemimpinan sekaligus arah konsolidasi organisasi untuk lima tahun ke depan.
Sejauh ini, tiga nama disebut masuk dalam bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut. Ketiganya yakni Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Euis Ida Wartiah, serta Ketua DPRD Kabupaten Garut Aris Munandar.
Ketiga figur tersebut memiliki latar belakang dan modal politik yang berbeda. Abdusy Syakur Amin memiliki posisi strategis sebagai kepala daerah sekaligus kader Partai Golkar. Sementara Euis Ida Wartiah dikenal sebagai kader senior yang memiliki pengalaman panjang di internal partai. Adapun Aris Munandar merupakan Ketua DPRD Kabupaten Garut yang juga aktif dalam dinamika politik dan organisasi Golkar.
Persiapan Musda Mulai Berjalan
Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, membenarkan bahwa sejumlah tahapan persiapan Musda telah dilakukan.
Menurut Aris, rapat pleno telah digelar dan perangkat penyelenggara Musda, termasuk Steering Committee (SC), telah dibentuk. Usulan kepanitiaan tersebut kemudian disampaikan kepada jajaran Partai Golkar di tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Jadi menjelang Musda, kemarin kita sudah melaksanakan pleno dan SC-nya sudah dibentuk. Penyelenggaranya sudah dibentuk dan usulannya sudah diusulkan ke Jawa Barat. Rencananya tanggal 27 Agustus,” ujar Aris.
Ia menilai Musda bukan hanya menjadi forum untuk memilih Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, tetapi juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal serta menentukan arah organisasi menghadapi agenda politik dan pembangunan ke depan.
Tiga Nama Masih Berpeluang Bertambah
Mengenai bursa calon Ketua DPD Golkar Garut, Aris menyebut hingga saat ini terdapat tiga nama yang berpotensi maju.
“Kalau calon kemungkinan masih sama, tiga orang, Bu Euis, Pak Syakur dengan saya sendiri. Belum muncul nama-nama lain. Nanti kita lihat di pendaftaran, apakah tetap tiga atau bertambah,” ungkapnya.
Dengan demikian, komposisi kandidat belum dapat dikatakan final. Peluang munculnya figur lain masih terbuka, mengingat tahapan pendaftaran calon secara resmi belum dimulai.
Situasi tersebut membuat dinamika menjelang Musda diperkirakan semakin berkembang. Konsolidasi di tingkat internal partai, termasuk komunikasi dengan pemilik suara, menjadi bagian penting dalam menentukan konfigurasi dukungan.
Tiga Figur dengan Modal Politik Berbeda
Abdusy Syakur Amin membawa modal politik dari posisinya sebagai Bupati Garut. Selain sebagai kepala daerah, Syakur juga tercatat sebagai bagian dari struktur Partai Golkar Jawa Barat.
Menurut Aris, Abdusy Syakur menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Penggalangan Pemilu Dapil Garut dalam struktur Partai Golkar Jawa Barat.
Sementara itu, Hj. Euis Ida Wartiah merupakan salah satu kader senior Partai Golkar yang memiliki pengalaman panjang dalam struktur organisasi. Namanya kembali mencuat dalam bursa calon Ketua DPD Golkar Garut menjelang Musda 2026.
Adapun Aris Munandar memiliki posisi strategis sebagai Ketua DPRD Kabupaten Garut. Ia juga merupakan kader Partai Golkar dengan pengalaman dalam politik legislatif dan organisasi.
Sebelumnya, dinamika dukungan terhadap kandidat juga mulai terlihat. Sejumlah pemberitaan menyebut adanya konsolidasi di tingkat Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar. Bahkan, pada Juli 2026 sempat muncul klaim dukungan dari sejumlah PK kepada pasangan Aris-Deden.
Namun, konfigurasi dukungan tersebut masih sangat mungkin berubah seiring berjalannya tahapan Musda.
Persyaratan Pencalonan Jadi Perhatian
Di tengah mencuatnya sejumlah nama, Aris juga menyoroti persyaratan yang harus dipenuhi setiap kandidat untuk dapat mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar.
Ia menegaskan bahwa pencalonan tidak semata-mata ditentukan oleh dukungan politik, tetapi juga harus memenuhi ketentuan organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.
“Kalau di Golkar ini perlu diketahui bahwa untuk menjadi ketua DPD ada beberapa syarat. Di AD/ART, khususnya terkait masalah keanggotaan, harus minimal lima tahun atau menjadi pengurus selama satu periode penuh,” jelasnya.
Karena itu, seluruh figur yang nantinya mendaftarkan diri harus mengikuti mekanisme organisasi serta memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Aris Klaim Dukungan Tetap Solid
Di tengah persaingan yang mulai menghangat, Aris mengaku optimistis terhadap dukungan yang telah dibangunnya.
Ketika ditanya mengenai soliditas dukungan terhadap pencalonannya, Aris menjawab singkat namun tegas.
“Insyaallah solid dan setia sampai akhir,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan Aris menghadapi kontestasi internal Partai Golkar Garut. Namun, ia tetap menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Garut tetap berada dalam mekanisme Musda.
27 Agustus Jadi Titik Penentuan
Menjelang pelaksanaan Musda, komunikasi dan konsolidasi antar-kader diperkirakan akan semakin intensif. Masing-masing figur tentu memiliki strategi dan kekuatan politik untuk mendapatkan dukungan dari pemilik suara sesuai mekanisme organisasi.
Musda 27 Agustus 2026 nantinya bukan sekadar menentukan siapa yang akan menduduki kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut. Forum tersebut juga akan menjadi penentu arah konsolidasi Partai Beringin dalam menghadapi berbagai agenda politik dan organisasi ke depan.
Pertarungan tiga nama—Abdusy Syakur Amin, Hj. Euis Ida Wartiah, dan Aris Munandar—menjadi menarik karena masing-masing memiliki basis dan modal politik yang berbeda.
Namun, siapa yang paling kuat belum dapat dipastikan sebelum seluruh tahapan pencalonan dan Musda dilaksanakan.
Apakah kepemimpinan Partai Golkar Garut akan berlanjut kepada figur berpengalaman, beralih kepada kepala daerah, atau jatuh kepada representasi kekuatan legislatif?
Jawabannya akan ditentukan melalui mekanisme organisasi pada Musda yang dijadwalkan berlangsung 27 Agustus 2026.
Yang jelas, perebutan kursi pucuk pimpinan Partai Beringin di Kabupaten Garut diprediksi menjadi salah satu dinamika politik lokal yang menarik untuk disimak hingga Musda benar-benar digelar.
(Hilman)
