Ruangrakyatgarut.id 31 juli 2026 – Calon Ketua Umum PPRG, Eldy Supriadi, menekankan pentingnya pendekatan kebijakan yang lebih berakar pada nilai budaya dalam melihat keberadaan dunia pangkas rambut di Kabupaten Garut.
Menurutnya, “cukur Garut” bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari ekspresi budaya lokal yang tumbuh bersama kehidupan masyarakat dan diwariskan lintas generasi.
Ia menilai, hingga saat ini perhatian terhadap profesi pangkas rambut masih perlu diperkuat, khususnya dalam bentuk kebijakan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek pelestarian budaya.
“Cukur Garut memiliki nilai tradisi, etika, dan kearifan lokal yang patut dijaga. Sudah seharusnya ini mendapat ruang dalam kebijakan yang lebih berpihak,” ujarnya.
Eldy berpandangan, penguatan sektor ini dapat dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, fasilitasi pelatihan berbasis kearifan lokal, hingga dukungan terhadap pengembangan usaha para pelaku pangkas rambut.
Ia juga mendorong agar pemerintah daerah mulai memandang komunitas barber sebagai bagian dari ekosistem budaya dan ekonomi kreatif yang saling terhubung.
Menurutnya, pendekatan yang lebih berbudaya akan mampu menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian nilai-nilai tradisional.
Selain itu, Eldy mengajak seluruh anggota PPRG untuk terus menjaga marwah profesi, sekaligus memperkuat solidaritas sebagai fondasi utama dalam merawat warisan ini.
Ia meyakini, dengan dukungan kebijakan yang tepat serta kesadaran kolektif dari para pelaku, “cukur Garut” akan tetap hidup dan berkembang sebagai identitas budaya yang membanggakan.
“Ke depan, kita ingin melihat PPRG tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai penjaga nilai budaya yang mampu berdialog dengan perkembangan zaman,” pungkasnya.
