Ruangrakyatgarut.id 20 juli 2026 – Hamparan sawah hijau di Desa Sukabakti mendadak viral di media sosial. Lanskap alam yang indah, asri, dan menenangkan itu bahkan disebut-sebut sebagai “surga tersembunyi” di Kabupaten Garut.
Namun di balik keindahan yang memanjakan mata, tersimpan ironi yang tak bisa diabaikan. Sawah yang kini ramai diperbincangkan itu justru disebut warga sebagai “surga yang terlupakan” oleh pemerintah.
Akses menuju lokasi masih terbatas, infrastruktur pendukung nyaris tak tersentuh, dan perhatian dari pihak terkait dinilai minim. Padahal, potensi wisata berbasis alam di kawasan tersebut sangat besar jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Kepala Desa Sukabakti, Wawan Gunawan, menyebut viralnya kawasan sawah tersebut sebagai berkah dan anugerah dari Allah SWT. Namun di balik itu, ia mengakui bahwa potensi wisata desa yang dikenal dengan hamparan sawahnya yang indah, asri, dan sejuk ini belum mendapatkan perhatian optimal dari pemerintah.
“Baru Pak Camat yang datang ke sini untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Seharusnya pemerintah mendorong pengembangan ini agar bisa menjadi destinasi wisata yang menghasilkan PAD atau PADes,” ujar Wawan.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihak desa hanya mampu menyiapkan fasilitas secara terbatas sesuai dengan kemampuan anggaran yang dimiliki. Minimnya dukungan membuat pengembangan kawasan belum berjalan maksimal.
Warga setempat juga mengakui, viralnya sawah Sukabakti bukan karena sentuhan pembangunan, melainkan murni karena keindahan alam yang masih alami dan belum banyak terjamah.
“Kalau dikelola dengan baik, ini bisa jadi destinasi unggulan. Tapi sampai sekarang belum ada perhatian nyata,” ujar salah satu warga.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: mengapa potensi sebesar ini belum masuk dalam prioritas pembangunan daerah? Apakah karena lokasinya yang jauh dari pusat kota, atau karena belum adanya kebijakan yang berpihak pada pengembangan desa wisata?
Di sisi lain, fenomena viral ini justru menjadi momentum penting. Banyak pihak berharap pemerintah daerah segera turun tangan, bukan sekadar melihat, tetapi mulai merancang pengembangan yang terarah dan berkelanjutan.
Pengelolaan yang tepat tidak hanya akan meningkatkan sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa, mulai dari UMKM hingga sektor jasa.
Namun tanpa langkah konkret, keindahan ini dikhawatirkan hanya akan menjadi tren sesaat di media sosial—ramai diperbincangkan, lalu perlahan dilupakan.
Sawah Sukabakti hari ini adalah potret dua sisi: keindahan yang memukau sekaligus pengingat bahwa masih ada potensi daerah yang belum tersentuh perhatian serius. Surga itu ada, tetapi seolah dibiarkan berjalan sendiri.
