Ruangrakyatgarut.id 09 April 2026 – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, Aceng Malki, menghadirkan layanan publik terpadu di Pondok Pesantren Hidayatul Faizin, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, dalam rangka peringatan haul sesepuh sekaligus temu alumni pesantren.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 April 2026 ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan refleksi spiritual, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum menghadirkan berbagai layanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Salah satu program yang paling diminati adalah layanan cek kesehatan gratis. Program ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dengan melibatkan tenaga medis dari rumah sakit daerah serta Puskesmas Pakuwon.
Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan gigi, hingga layanan USG bagi ibu hamil.
Aceng Malki menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih memiliki keterbatasan akses layanan.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses dan gratis masih sangat besar. Kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran layanan kesehatan dalam kegiatan keagamaan menjadi strategi efektif untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Kita ingin menghapus sekat antara kegiatan keagamaan dan pelayanan publik. Haul ini bukan hanya mengenang jasa para sesepuh, tetapi juga menjadi ladang pengabdian. Di sinilah negara harus hadir, memberikan pelayanan secara langsung di tengah masyarakat,” kata Aceng.
Selain layanan kesehatan, masyarakat juga dapat mengakses berbagai layanan publik lainnya, seperti administrasi kependudukan berupa pembuatan Kartu Keluarga (KK), KTP, dan akta kelahiran melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut.
Di sektor ekonomi, turut menghadirkan bazar UMKM serta program pangan murah hasil kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan. Program ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menjadi wadah bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produknya.
Menurut Aceng, penguatan sektor ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
“Kami ingin mendorong perputaran ekonomi di tingkat bawah. UMKM harus diberi ruang, dan masyarakat juga harus terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Ini bentuk keberpihakan nyata kepada rakyat kecil,” tegasnya.
Tak hanya itu, layanan Samsat keliling dari Bapenda Provinsi Jawa Barat serta pelayanan pembuatan dan perpanjangan SIM A dan SIM C melalui Satlantas Polres Garut juga dihadirkan guna memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi kendaraan.
Aceng menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan publik yang efektif dan tepat sasaran.
“Ke depan, pola pelayanan terpadu seperti ini akan terus kita dorong. Kolaborasi antarinstansi harus diperkuat agar pelayanan semakin cepat, mudah, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjadikan kegiatan sosial-keagamaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
“Potensi kegiatan seperti haul ini sangat besar. Jika dikemas dengan baik dan dipadukan dengan program pelayanan serta pemberdayaan, dampaknya bisa luar biasa bagi masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun kesehatan,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan para alumni pesantren. Selain memperkuat nilai spiritual, rangkaian acara yang digelar dinilai mampu memberikan manfaat nyata serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup warga sekitar. (Hil)
