Ruangrakyatgarut.id 24 februari 2026 – Keberadaan PKBM Al-Hikmah Nusantara yang tercatat beralamat di Kp. Babakan Rahayu RT 04 RW 02, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, menuai sorotan tajam dari warga Desa Neglasari. Lembaga pendidikan nonformal tersebut diduga fiktif dan hanya “hidup” dalam data administrasi.
Dugaan ini mencuat setelah salah satu warga Desa Neglasari mengaku tidak pernah melihat aktivitas belajar mengajar maupun keberadaan fisik lembaga tersebut di lokasi yang tercatat.
“Jangankan siswa, plang nama saja tidak ada. Bangunan yang katanya ada tujuh ruang kelas itu semua bohong. Di lapangan tidak ada apa-apa,” ujar seorang warga dengan nada geram.
Warga tersebut mempertanyakan bagaimana mungkin lembaga pendidikan bisa terdaftar secara resmi namun tidak memiliki tanda-tanda operasional di lapangan.
“Bisa-bisanya pemerintah dibohongi seperti ini. Atau memang ada kongkalikong?” tambahnya.
Data Administratif yang TercatatBerdasarkan data yang beredar pada laman profil satuan pendidikan, PKBM Al-Hikmah Nusantara tercatat sebagai:
Status Sekolah: Swasta
Bentuk Pendidikan: PKBMNPSN: P9997079
Kepala Sekolah: Yusni Saepul Mutaqin
Operator: Ilham Saepul Nurhakim
Yayasan: Yayasan Al-Hikmah Nusantara Indonesia
Akreditasi: Belum terisi
Website Sekolah: Belum terisi
Email: Tidak tercantum
Dalam statistik sekolah tercatat:
Guru: 2 orang
Siswa laki-laki: 22 orang
Siswa perempuan: 6 orang
Total siswa: 28 orang
Rombongan belajar: 1
Ruang kelas: 7
Laboratorium: 0
Perpustakaan: 0Namun, menurut pengakuan warga, data tersebut tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Kalau benar ada 28 siswa dan 7 ruang kelas, masa tidak ada satu pun warga sekitar yang tahu? Ini aneh,” kata warga lainnya.
Minta Dinas Pendidikan Turun TanganMasyarakat mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Garut untuk segera melakukan verifikasi faktual dan audit menyeluruh terhadap keberadaan serta operasional PKBM tersebut.
PKBM sebagai lembaga pendidikan nonformal seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan kesetaraan. Namun jika benar hanya bermain data demi kepentingan tertentu, hal ini dinilai mencederai dunia pendidikan.
Warga meminta agar pemerintah tidak tinggal diam.“Kalau memang fiktif, cabut izinnya. Jangan sampai ada PKBM yang bermain data demi bantuan atau kepentingan lain. Ini uang negara, ini masa depan pendidikan,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola PKBM Al-Hikmah Nusantara maupun dari Dinas Pendidikan setempat.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas pemerintah untuk memastikan tidak ada praktik manipulasi data dalam sistem pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut.
