Ruangrakyatgarut.id 23 februari 2026 -Satu tahun kepemimpinan Abdusy Syakur Amin bersama Wakil Bupati Putri Karlina di Kabupaten Garut semestinya menjadi momentum kuat untuk mempromosikan program unggulan “Garut Hebat” sebagai identitas pembangunan daerah. Program tersebut diharapkan tidak hanya hadir sebagai slogan, tetapi benar-benar menjadi brand yang terasa dalam kebijakan, pelayanan publik, hingga percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Eldy Supriadi dari Ruang Rakyat Garut menilai, satu tahun pertama pemerintahan daerah seharusnya difokuskan pada penguatan narasi keberhasilan program. Menurutnya, publik membutuhkan bukti nyata bahwa “Garut Hebat” bukan sekadar konsep, melainkan arah pembangunan yang terukur dan konsisten dijalankan.
Namun dalam perjalanannya, ruang publik justru diwarnai isu dugaan monopoli proyek yang menyeret narasi keterlibatan kelompok yang disebut “Keluarga G1”. Isu tersebut mencuat melalui pemberitaan dan pernyataan sejumlah pihak, termasuk aktivis Abu Musa, sehingga memicu perbincangan luas di tengah masyarakat.
Situasi ini dinilai berpotensi menggeser fokus publik dari capaian program menuju polemik yang belum tentu memiliki kejelasan hukum maupun fakta yang utuh. Ketika isu berkembang tanpa penjelasan resmi yang memadai, ruang spekulasi menjadi semakin terbuka dan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan.
Dalam konteks komunikasi publik, program “Garut Hebat” seharusnya menjadi wajah utama pemerintah daerah. Konsistensi promosi, transparansi kebijakan, serta keterbukaan informasi menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan arah pembangunan tetap dipahami masyarakat.
Eldy menekankan, ketika isu dugaan monopoli proyek mengemuka, respons cepat melalui klarifikasi terbuka dan penegasan mekanisme pengadaan yang akuntabel menjadi kebutuhan mendesak. Langkah tersebut bukan hanya untuk meredam polemik, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah terhadap tata kelola yang bersih.
Ia juga menilai pihak-pihak yang disebut dalam dugaan, termasuk yang dikaitkan dengan “Keluarga G1”, seharusnya diberi ruang untuk menyampaikan penjelasan. Diamnya pihak yang disorot kerap menimbulkan persepsi negatif, terlebih ketika isu terus bergulir di media dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Di bulan suci Ramadan, ketika masyarakat berharap suasana lebih teduh dan fokus pada pelayanan serta kegiatan sosial, polemik berkepanjangan dinilai dapat mengganggu energi pembangunan. Karena itu, satu tahun kepemimpinan menjadi fase evaluasi sekaligus konsolidasi, di mana “Garut Hebat” akan dinilai bukan dari jargon, melainkan dari keberanian menghadapi kritik, keterbukaan terhadap isu sensitif, dan kemampuan memastikan pembangunan berjalan transparan serta berpihak pada kepentingan publik.
