Ruangrakyatgarut.id 03 November 2026 – Setelah polemik antara Kepala Desa Mekarsari, Asrul Sany, dengan Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekarsari, Beni Sudrajat, menjadi sorotan publik menyusul beredarnya video dan pemberitaan di sejumlah media online, kedua belah pihak akhirnya dipertemukan melalui mediasi yang difasilitasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mekarsari.
Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 3 September 2026, bertempat di Aula Desa Mekarsari. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB itu dihadiri Kepala Desa Mekarsari Asrul Sany, didampingi Sekretaris Desa Cepi Permana, seluruh anggota BPD, jajaran pengurus BUMDes yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara, pendamping desa, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Mediasi yang berlangsung secara musyawarah tersebut berjalan kondusif dan menghasilkan suasana yang diharapkan oleh seluruh pihak.
Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Mekarsari, Asrul Sany, menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua BUMDes beserta seluruh jajarannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada perangkat lembaga desa dan masyarakat Desa Mekarsari atas pernyataannya dalam sebuah video yang beredar di salah satu platform media sosial.
Asrul mengakui bahwa kesalahan dalam penyampaian kata-kata tersebut telah menimbulkan persoalan yang kemudian berkembang panjang hingga menjadi perhatian publik.
Sementara itu, Ketua BUMDes Mekarsari, Beni Sudrajat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPD yang telah berupaya memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak.
Menurutnya, meskipun mediasi tersebut dapat dikatakan terlambat karena persoalan sudah terlanjur menjadi pemberitaan di sejumlah media, kejadian tersebut harus dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran bersama.
“Yang perlu diingat dan diperhatikan adalah kita harus berhati-hati dalam berbicara, terlebih ketika berada di hadapan awak media maupun masyarakat. Jangankan satu kalimat, satu kata pun bisa memiliki beberapa arti dan penafsiran,” ungkap Beni.
Senada dengan hal tersebut, Pendamping Desa, Ridwan, juga menyampaikan terima kasih atas undangan dalam pertemuan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa sebagai pendamping desa, dirinya tidak bisa berbuat banyak terhadap persoalan internal pemerintahan desa, terlebih karena tidak mengetahui secara langsung bagaimana awal mula permasalahan tersebut terjadi.
Namun, setelah mendengarkan penjelasan dari berbagai pihak dalam forum musyawarah, dirinya dapat memahami persoalan yang sedang dihadapi.
Ridwan berpesan agar seluruh unsur dan elemen desa senantiasa mengedepankan komunikasi serta musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.
“Setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya dan bisa diselesaikan melalui musyawarah dengan duduk bersama antara kedua belah pihak,” tuturnya.
Di sisi lain, Koordinator BPD Desa Mekarsari, Yaman, turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas lambatnya langkah BPD dalam merespons dan memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut.
Ia mengajak seluruh pihak agar tidak saling menyalahkan dan menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran bersama.
“Secara pribadi saya mengucapkan syukur Alhamdulillah. Dengan adanya kejadian ini, kita mendapatkan ilmu dan pengalaman. Dalam peribahasa Sunda dikenal ungkapan ‘ngajaga ucap dibalik letah’, yang artinya kita harus mampu menjaga perkataan ketika berbicara agar tidak sampai menyakiti orang lain,” ungkap Yaman.
Ia berharap, kejadian tersebut dapat menjadi cermin bagi seluruh unsur pemerintahan desa agar lebih berhati-hati dalam berkomunikasi sehingga persoalan serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
BUMDes Sampaikan Laporan Keuangan, PADes Naik Menjadi Rp19 Juta
Tidak hanya membahas penyelesaian persoalan antara kepala desa dan Ketua BUMDes, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum penyampaian laporan hasil pengelolaan usaha BUMDes kepada pemerintah desa dan seluruh unsur kelembagaan desa.
Pada akhir pertemuan, Bendahara BUMDes Mekarsari, Desi, menyampaikan laporan keuangan dari hasil usaha yang selama ini dikelola oleh BUMDes.
Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa pada semester ini BUMDes Mekarsari mampu memberikan kontribusi laba bersih sekitar Rp19 juta kepada Pemerintah Desa Mekarsari.
Selain itu, BUMDes juga menyampaikan rencana peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) pada tahun mendatang, dari sebelumnya sebesar Rp17 juta menjadi Rp19 juta.
Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pengurus BUMDes untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan usaha serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan peningkatan pendapatan desa.
Pertemuan ini pun diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat kembali komunikasi, koordinasi, transparansi, dan sinergi antara pemerintah desa, BPD, BUMDes, serta seluruh elemen masyarakat Desa Mekarsari.
Dengan demikian, setiap persoalan yang muncul ke depan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
