RuangRakyatGarut.id — Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi ruang penting untuk memperkuat kontribusi generasi muda dalam mendorong kemajuan daerah. Semangat tersebut tercermin melalui kegiatan Youth Impact Talkshow 2026 yang mengusung tema “Generasi Berani, Generasi Berdampak”, dengan fokus pembahasan “Dari Potensi Lokal Menuju Kemandirian Ekonomi Pemuda”.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Pendopo Garut, Jalan Kiansantang Nomor 2, Kabupaten Garut. Forum tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKB Hj. Imas Aan Ubudiah, S.Pd.I., serta Ketua Gen_G Muhamad Rizqi.
Mengangkat isu potensi lokal dan kemandirian ekonomi pemuda, kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai pelaku perubahan melalui kreativitas, inovasi, kewirausahaan, serta pemanfaatan berbagai peluang ekonomi di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKB, Hj. Imas Aan Ubudiah, mengajak generasi muda Garut untuk melanjutkan berbagai upaya pembangunan yang telah dirintis sekaligus berani menghadirkan gagasan dan terobosan baru bagi kemajuan daerah.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya memahami bagaimana kondisi Garut pada masa lalu, terutama keterbatasan infrastruktur dan sulitnya akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pelayanan, khususnya di wilayah selatan Garut.
Menurutnya, latar belakang kehidupan yang tidak selalu berasal dari keluarga pengusaha maupun lingkungan dengan fasilitas serba mudah bukan menjadi alasan untuk berhenti berjuang dan berkontribusi bagi daerah.
“Karena itu, saya mengajak anak-anak muda untuk melanjutkan apa yang sudah dirintis. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus berani mengambil peran dan memikirkan Garut ini ke depan mau dibawa ke mana,” ungkap Imas.
Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Garut saat ini memiliki kepemimpinan daerah yang diharapkan mampu mendorong berbagai potensi pembangunan. Menurutnya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memiliki latar belakang dan pengalaman yang dapat menjadi modal dalam membangun daerah, didukung Wakil Bupati yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha.
Namun demikian, Imas mengingatkan bahwa tantangan pembangunan Garut masih cukup besar. Terlebih, pemerintah daerah saat ini menghadapi kondisi efisiensi anggaran akibat pengurangan transfer dari pemerintah pusat.
Ia menilai, kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi generasi muda untuk berpikir lebih kreatif, inovatif, dan menghadirkan solusi nyata. Ia pun mengingatkan agar energi pemuda tidak habis untuk membicarakan kepentingan politik maupun kontestasi pemilu yang masih jauh.
“Pak Bupati sekarang sudah menjabat dua tahun, masih ada tiga tahun ke depan. Jadi, jangan dulu berbicara soal pemilu. Mari kita pikirkan apa yang bisa dilakukan anak-anak muda untuk Garut di tengah kondisi anggaran yang mengalami efisiensi,” tegasnya.
Selain persoalan ekonomi dan pembangunan, Imas turut menyoroti sejumlah persoalan sosial yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian bersama. Mulai dari persoalan kesehatan, tingginya angka kematian ibu dan bayi, angka perceraian, hingga kasus perundungan atau bullying yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak, termasuk generasi muda. Pemuda harus mampu menjadi bagian dari solusi melalui gagasan, kreativitas, gerakan sosial, serta kontribusi nyata sesuai dengan kapasitas masing-masing.
Garut Punya Banyak Potensi Unggulan
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Imas mengaku tetap bangga terhadap Kabupaten Garut karena memiliki kekayaan potensi lokal dan produk unggulan yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.
Ia menyebut sejumlah produk yang selama ini menjadi identitas Garut, di antaranya dodol Garut, batik Garutan, domba Garut, jeruk Garut, kopi, hingga produk olahan kulit yang telah dikenal luas.
Namun, menurutnya, potensi tersebut masih membutuhkan penguatan, terutama dalam pengembangan sentra produksi, promosi, pemasaran, serta inovasi produk agar semakin mudah dijangkau konsumen dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Ia mencontohkan perkembangan industri kulit Sukaregang yang memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan melalui kolaborasi dan inovasi produk sebagai bagian dari upaya mempromosikan potensi ekonomi lokal Garut.
“Garut ini punya banyak produk unggulan. Kita punya dodol, batik, domba, jeruk, kopi, sampai produk kulit. Ini semua merupakan kekuatan ekonomi yang harus terus dikembangkan. Pertanyaannya, bagaimana anak-anak muda bisa ikut mengambil bagian dalam mempromosikan dan mengembangkan produk-produk unggulan tersebut?” ujarnya.
Sebagai Anggota DPR RI Komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi dan UKM, BUMN, serta persaingan usaha, Imas juga memiliki perhatian terhadap pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan dan pengembangan UMKM.
Penguatan kualitas produk, akses pasar, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan jaringan pemasaran menjadi sejumlah aspek yang relevan dalam mendorong produk unggulan Garut naik kelas. Dalam hal ini, keterlibatan generasi muda dibutuhkan untuk menghadirkan pendekatan pemasaran yang lebih kreatif dan mengikuti perkembangan zaman.
Pemuda Didorong Menjadi Pelaku Perubahan
Sementara itu, keterlibatan Gen_G melalui Ketua Muhamad Rizqi dalam Youth Impact Talkshow 2026 menjadi representasi pentingnya ruang kolaborasi dan partisipasi generasi muda dalam melahirkan gagasan serta gerakan yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Kabupaten Garut sendiri memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi, mulai dari sektor pertanian, peternakan, industri kreatif, pariwisata, UMKM, hingga berbagai produk unggulan daerah. Potensi tersebut membutuhkan keterlibatan generasi muda yang memiliki keberanian berinovasi, kemampuan membaca peluang pasar, serta kemauan membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui forum tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan, tetapi juga mampu membangun jejaring, memperluas kolaborasi, serta mengembangkan ide-ide kreatif menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Imas pun mengajak generasi muda untuk menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan membangun kesadaran bahwa masa depan daerah juga berada di tangan generasi muda.
Ia berharap pemuda Garut mampu melahirkan inovasi, membangun usaha, mengembangkan potensi lokal, serta menciptakan lapangan pekerjaan melalui berbagai peluang ekonomi yang tersedia.
Dengan semangat “Generasi Berani, Generasi Berdampak”, Youth Impact Talkshow 2026 membawa pesan bahwa masa depan Garut tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh keberanian, kreativitas, inovasi, dan kontribusi generasinya.
Kemandirian ekonomi pemuda diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat perekonomian daerah, sehingga potensi lokal Garut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi mampu memberikan nilai tambah, membuka kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Hilman)
