RuangRakyatGarut.id — Musibah kebakaran menimpa rumah milik Dadang Kelana, seorang seniman asal Kabupaten Garut, di Kampung Sukaregang Pasantren RT 02/RW 19, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 00.10 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan seluruh bangunan rumah berukuran sekitar 4 x 7 meter beserta sejumlah barang berharga di dalamnya.
Musibah tersebut menjadi pukulan berat bagi Dadang Kelana. Pasalnya, ia baru saja kehilangan istri tercinta sekitar empat bulan lalu. Kini, ia kembali harus menghadapi cobaan setelah tempat tinggal sekaligus sejumlah peralatan musik yang selama ini menjadi sumber penghidupannya ikut dilalap api.
Dadang dikenal sebagai seniman yang mengais rezeki dari panggung ke panggung maupun sebagai seniman jalanan. Setelah seluruh anaknya berkeluarga dan menikah, ia tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Ironisnya, kebakaran terjadi tidak lama setelah Dadang menyelesaikan aktivitasnya mencari nafkah sebagai seniman jalanan. Akibat kejadian itu, bukan hanya tempat tinggal yang hilang, tetapi juga sejumlah peralatan musik yang menjadi modal utamanya untuk mencari penghasilan.
Mendengar kabar musibah tersebut, anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, langsung mendatangi lokasi pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIB untuk melihat kondisi korban sekaligus memberikan dukungan moril dan bantuan awal.
Setibanya di lokasi, Yudha terlebih dahulu bertemu dengan salah seorang anak Dadang bernama Anisa. Saat itu, Dadang tengah berada di rumah salah satu anaknya di Kampung Candramerta. Yudha kemudian menitipkan bingkisan sembako dan santunan uang tunai melalui Anisa untuk disampaikan kepada ayahnya.
Tidak berselang lama, Dadang tiba di lokasi. Dalam pertemuan tersebut, ia menceritakan kesedihan dan keterpurukannya akibat musibah yang dialami. Terlebih, sejumlah alat musik yang selama ini digunakan untuk mencari nafkah juga habis terbakar.
Yudha mengaku turut merasakan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa Dadang Kelana. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama, mengingat korban bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga kehilangan sarana utama untuk melanjutkan mata pencahariannya.
Tidak hanya memberikan bantuan sembako dan uang tunai, Yudha juga turut terlibat langsung membantu membersihkan material bangunan yang hangus terbakar bersama unsur pemerintah dan masyarakat setempat.
Sebagai bentuk tindak lanjut penanganan pascakebakaran, Yudha juga menghubungi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Garut, TAGANA Dinas Sosial Kabupaten Garut, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut.
Ketiga unsur tersebut kemudian turun langsung bersama warga untuk membantu membersihkan puing-puing sisa kebakaran di lokasi kejadian.
Yudha: Pemkab Garut Perlu Optimalkan Kolaborasi CSR dan BAZNAS
Di tengah kondisi korban yang kehilangan tempat tinggal dan sumber mata pencaharian, Yudha Puja Turnawan berharap Pemerintah Kabupaten Garut tidak membiarkan Dadang Kelana menghadapi musibah tersebut seorang diri.
Menurutnya, diperlukan langkah konkret dan kolaborasi lintas sektor agar korban bisa segera mendapatkan bantuan untuk membangun kembali rumahnya yang telah habis terbakar.
”Saya sangat berharap Pemerintah Kabupaten Garut bisa berinisiatif mengoptimalkan kolaborasi pendanaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Garut bersama BAZNAS. Ini penting agar Pak Dadang Kelana bisa segera mendapatkan bantuan untuk membangun kembali rumahnya yang habis terbakar,” ungkap Yudha.
Ia menilai, musibah yang dialami Dadang Kelana perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, korban tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga kehilangan alat-alat musik yang selama ini menjadi modal utama untuk mencari nafkah.
Karena itu, menurut Yudha, bantuan yang dibutuhkan tidak cukup hanya sebatas penanganan darurat dan pembersihan puing-puing kebakaran. Perlu ada upaya pemulihan berkelanjutan, baik untuk membantu pembangunan kembali rumah maupun memulihkan kemampuan ekonomi korban agar dapat kembali menjalani aktivitas dan memperoleh penghasilan.
Yudha juga berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial seluruh elemen masyarakat dapat hadir untuk membantu meringankan beban yang sedang dihadapi Dadang.
”Jangan sampai masyarakat yang sedang tertimpa musibah harus berjuang sendiri untuk bangkit. Pemerintah daerah, dunia usaha, BAZNAS, dan seluruh elemen masyarakat perlu bergotong royong menghadirkan solusi nyata. Harapan kita, Pak Dadang bisa kembali memiliki rumah yang layak dan melanjutkan kehidupannya,” pungkasnya.
Musibah yang dialami Dadang Kelana menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa bencana tidak boleh berhenti pada respons tanggap darurat. Lebih dari itu, diperlukan keberpihakan, sinergi, dan kolaborasi nyata dari pemerintah daerah bersama berbagai elemen masyarakat agar warga yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan dapat kembali bangkit serta menjalani kehidupan secara layak.
RuangRakyatGarut.id — Berita Aktual, Independen dan Terpercaya.
