Ruangrakyatgarut.id — Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2026, Aktivis Muda Garut, Muhamad Angling Kusumah.,S.M., menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak seluruh generasi muda, khususnya di Kabupaten Garut, untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta berperan aktif dalam mendorong kemajuan daerah.
Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan, persatuan, dan tanggung jawab generasi muda dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
“Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026. Mari kita jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai kekuatan untuk membangun Garut yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat,” ungkap Muhamad Angling Kusumah.,S.M.
Pemuda dan Tantangan Kabupaten Garut
Ia menilai, Kabupaten Garut memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan melalui keterlibatan generasi muda, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan kesempatan yang lebih luas bagi pemuda untuk mengembangkan keterampilan, memperoleh akses terhadap lapangan kerja, membangun usaha, serta berpartisipasi dalam proses pembangunan daerah.
Menurutnya, persoalan infrastruktur, pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan terbukanya peluang bagi generasi muda perlu terus menjadi perhatian bersama.
“Garut membutuhkan pemuda yang berani menyampaikan gagasan, kritis terhadap persoalan masyarakat, tetapi tetap mengedepankan etika, persatuan, dan semangat gotong royong. Kita ingin pemuda Garut memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, baik yang berada di perkotaan maupun di wilayah pedesaan,” ujarnya.
Mendorong Pemerintah dan Pemuda Berjalan Bersama
Muhamad Angling Kusumah.,S.M. juga berharap Pemerintah Kabupaten Garut terus membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan organisasi kepemudaan, komunitas sosial, pelaku usaha muda, serta berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah akan lebih bermakna apabila aspirasi masyarakat, termasuk suara generasi muda, menjadi bagian dari pertimbangan dalam merumuskan kebijakan dan menentukan prioritas pembangunan.
Ia juga mengajak para pemuda agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan pandangan, latar belakang, maupun organisasi. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 harus tetap menjadi landasan dalam menjaga kebersamaan dan membangun daerah.
“Jangan sampai semangat Sumpah Pemuda hanya kita ucapkan dalam pidato dan unggahan media sosial. Mari buktikan melalui tindakan nyata, kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan sosial, pengembangan ekonomi masyarakat, serta keberanian memberikan masukan yang membangun kepada pemerintah,” tambahnya.
Sumpah Pemuda sebagai Semangat Perubahan
Menutup pernyataannya,
Muhamad Angling Kusumah.,S.M.
mengajak seluruh generasi muda Garut untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, menjaga persaudaraan, dan mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
Ia berharap momentum Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi titik penguat bagi lahirnya generasi muda Garut yang berintegritas, mandiri, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah.
“Satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia.
Mari kita rawat persatuan, perkuat kepedulian, dan satukan langkah untuk Garut yang lebih baik. Pemuda bergerak, masyarakat berdaya, Garut maju bersama,” pungkasnya.
Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.
Bangkit bersama, bergerak nyata, dan berkarya untuk Garut serta Indonesia.
