Ruangrakyatgarut.id 13 September 2026 — 234 Solidarity Community (234SC) Kabupaten Garut menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi sosial sekaligus kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sikap tersebut disampaikan Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) 234SC Kabupaten Garut, Taufik Rofi, di tengah semakin kuatnya konsolidasi organisasi setelah bertransformasi dari komunitas menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas).
Menurut Taufik, 234SC tidak ingin hanya hadir sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial, tetapi juga mengambil peran dalam menyuarakan berbagai persoalan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat Kabupaten Garut.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius 234SC adalah kondisi infrastruktur jalan. Taufik menilai kebutuhan pembangunan dan perbaikan jalan di Kabupaten Garut masih sangat besar, sementara kebijakan anggaran pemerintah daerah dinilai belum sebanding dengan kebutuhan di lapangan.
Ia menyebut kebutuhan anggaran untuk penanganan infrastruktur jalan dapat mencapai sekitar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar. Namun, menurut Taufik, alokasi anggaran yang diberikan pemerintah daerah hanya berada di kisaran 2,5 persen.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius karena infrastruktur jalan berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, mobilitas warga, akses pendidikan dan kesehatan, serta konektivitas antardaerah.
«“Realitasnya Bupati itu hanya mampu mengalokasikan sekitar 2,5 persen. Artinya jelas terjadi pembangkangan dan menunjukkan bahwasannya di bawah kepemimpinan Bupati hari ini tidak betul-betul berpihak terhadap masyarakat yang ada di Kabupaten Garut,” ujar Taufik Rofi.»
234SC Siap Turun ke Jalan
Taufik menegaskan kritik yang disampaikan 234SC tidak berhenti pada pernyataan. Organisasi tersebut akan terus melakukan konsolidasi untuk menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Bahkan, 234SC membuka kemungkinan menempuh jalur aksi massa sebagai bentuk penyampaian aspirasi apabila persoalan yang menjadi perhatian publik tidak mendapatkan respons yang dianggap memadai dari pemerintah daerah.
«“Banyak juga persoalan-persoalan lain yang kemudian akan terus kita sikapi bersama 234SC di Kabupaten Garut dan tentunya kita akan sama-sama untuk turun aksi ke jalan menyuarakan,” katanya.»
Taufik bahkan menyebut 234SC tidak menutup kemungkinan mendorong pemerintah pusat melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Garut.
«“Kalau perlu kita akan mendeklarasikan, kita akan mendorong kepada pemerintah pusat untuk mengevaluasi secara total atas kepemimpinan yang dilakukan oleh Bupati Garut hari ini,” tegasnya.»
Tegaskan Tidak Terseret Konflik Politik
Di tengah dinamika politik daerah, Taufik juga menegaskan bahwa sikap kritis 234SC terhadap Pemkab Garut tidak berkaitan dengan konflik internal maupun kepentingan politik Partai Golkar.
Ia meminta keberadaan 234SC tidak ditarik ke dalam pertarungan kepentingan politik antara Bupati, DPRD maupun faksi politik tertentu.
«“Tidak ada keterkaitan antara 234SC dengan unsur Golkar. Jangan pernah dikaitkan. Kita tidak mau terjebak dalam kotak konflik antara kepentingan politik internal Partai Golkar,” ujarnya.»
Menurut Taufik, persoalan internal partai politik merupakan ranah pihak-pihak yang berkepentingan. Sementara 234SC mengklaim akan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai dasar dalam menyikapi kebijakan pemerintah daerah.
«“Silakan saja Bupati Garut urus saja dengan DPRD terkait dinamika yang terjadi di internal Golkar. Mau siapapun itu, mau DPRD maupun Bupati, kita akan tetap objektif dalam menyikapi persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Garut,” tegasnya.»
Janji Politik Bupati Jadi Ukuran
Taufik menambahkan, ukuran keberhasilan pemerintah tidak cukup hanya dilihat dari program dan janji yang disampaikan kepada masyarakat. Menurutnya, yang paling penting adalah sejauh mana janji tersebut direalisasikan dan benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, 234SC menyatakan akan terus mengawal berbagai janji politik Bupati dan Wakil Bupati Garut.
«“234SC akan selalu hadir untuk masyarakat dan kita akan senantiasa mengawal atas janji Bupati dan Wakil Bupati yang hari ini belum dirasakan,” katanya.»
Sikap tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa transformasi 234SC menjadi organisasi kemasyarakatan membawa konsekuensi terhadap semakin luasnya ruang gerak organisasi dalam mengawal persoalan sosial dan kebijakan publik di Kabupaten Garut.
234SC menyatakan akan menggunakan berbagai jalur, mulai dari penyampaian aspirasi, komunikasi publik, kritik kebijakan hingga aksi massa apabila langkah tersebut dinilai diperlukan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat.
Meski demikian, berbagai kritik dan tudingan yang disampaikan Taufik Rofi tersebut merupakan sikap organisasi 234SC dan masih memerlukan penjelasan serta data pembanding dari Pemerintah Kabupaten Garut agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.
Sebagai penutup, Taufik menyampaikan sindiran terhadap kepemimpinan daerah dengan mengutip ungkapan yang pernah disampaikan salah satu fraksi di DPRD Garut.
«“Jangan sampai Bupati Garut itu hanya sekadar mimpi,” pungkasnya.» (Hilman)
