Ruangrakyatgarut.id 12 April 2026 – Warga Kecamatan Cilawu mengeluhkan kelangkaan Gas LPG 3 Kg yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Tidak hanya sulit didapat, harga gas subsidi tersebut juga dilaporkan melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Sejumlah warga mengaku harus berkeliling ke berbagai pangkalan dan warung hanya untuk mendapatkan satu tabung gas. Bahkan, tidak sedikit yang pulang dengan tangan kosong karena stok habis dalam waktu singkat.
“Sudah muter ke beberapa tempat, tapi tetap kosong. Kalaupun ada, harganya sampai Rp23 ribu bahkan lebih,” ujar Redi salah satu warga Cilawu dengan nada kecewa.
Padahal, berdasarkan ketentuan pemerintah, harga LPG 3 Kg di tingkat pangkalan seharusnya berada di kisaran Rp18.000–Rp19.000 per tabung, tergantung wilayah. Diduga Ada Masalah Distribusi dan Penjualan Tidak Sesuai Aturan
Kelangkaan ini diduga kuat akibat terganggunya distribusi serta adanya praktik penjualan tidak sesuai aturan di lapangan. Sejumlah temuan di berbagai daerah menunjukkan bahwa penyimpangan distribusi hingga penimbunan dapat menjadi penyebab utama kelangkaan LPG 3 Kg. Selain itu, praktik penjualan di atas HET juga dinilai sebagai pelanggaran serius karena merugikan masyarakat kecil yang menjadi sasaran utama subsidi pemerintah. Masyarakat Mendesak Pemerintah Turun TanganKondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada LPG subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi serta menindak tegas oknum yang menjual di atas harga ketentuan.
“Kalau dibiarkan, rakyat kecil yang terus jadi korban. Gas langka, harga mahal, kami harus bagaimana?” keluh warga lainnya.
Perlu Pengawasan Ketat dan Tindakan TegasPemerintah di berbagai daerah sebelumnya telah menegaskan bahwa praktik penimbunan dan penjualan di atas HET tidak akan ditoleransi, bahkan dapat dikenakan sanksi hingga penutupan pangkalan. Masyarakat berharap langkah tegas serupa juga diterapkan di wilayah Cilawu agar distribusi LPG 3 Kg kembali normal dan harga kembali sesuai ketentuan. Ired.Rs
