Ruangrakyatgarut.id — Putri Karlina menegaskan dirinya tidak terlibat dalam praktik permainan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Pernyataan itu disampaikan secara terbuka di hadapan aparatur sipil negara (ASN) saat kegiatan tadarus di Masjid Attauhid Kompleks Setda Garut, Senin (23/2/2026).
Dalam momentum keagamaan tersebut, Putri Karlina menyampaikan klarifikasi tegas sekaligus pesan moral kepada jajaran birokrasi. Ia menolak keras adanya pihak yang membawa-bawa namanya dalam pengurusan proyek pembangunan daerah.
“Demi Allah saya tidak main proyek,” tegasnya.Menurutnya, jika ada oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk kepentingan proyek, hal tersebut dipastikan tidak benar dan tidak memiliki legitimasi. Ia meminta ASN tidak mudah percaya pada klaim sepihak yang mencatut nama pimpinan daerah.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap tata kelola proyek pembangunan. Isu percaloan, titipan pekerjaan, hingga dugaan konflik kepentingan menjadi perbincangan yang terus menguat dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam arahannya, Wakil Bupati meminta seluruh ASN bekerja sesuai aturan serta menjaga profesionalitas dan integritas. Ia menekankan bahwa jabatan tidak boleh menjadi pintu masuk praktik yang merugikan masyarakat maupun mencederai kepercayaan publik.
Sikap tegas ini dinilai sebagai upaya mempersempit ruang abu-abu dalam proses pengadaan proyek. Integritas pimpinan, menurut sejumlah pengamat, menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan kultur birokrasi agar lebih transparan dan akuntabel.
Meski demikian, komitmen moral tersebut diharapkan diikuti langkah konkret, mulai dari penguatan sistem pengawasan internal, transparansi proses pengadaan, hingga penindakan tegas terhadap pelanggaran.
Dengan penegasan terbuka tersebut, Wakil Bupati Garut mengirimkan peringatan keras kepada birokrasi: tidak ada toleransi terhadap permainan proyek, dan pemerintahan harus kembali pada prinsip pelayanan publik yang bersih serta bertanggung jawab.
