Ruangrakyatgarut.id 24 februari 2026 — Di tengah derasnya perbincangan publik yang kerap berhenti di ruang digital, Ruang Rakyat Garut memilih mengambil langkah nyata dengan menggelar silaturahmi, diskusi gagasan, serta santunan bagi anak yatim. Agenda tahunan ini menjadi penegasan bahwa gerakan sosial tidak cukup hanya ramai di media sosial, tetapi harus hadir langsung di tengah masyarakat.
Kegiatan yang diisi dengan pembagian takjil dan doa bersama tersebut dirancang sebagai ruang konsolidasi gagasan sekaligus respons atas minimnya ruang dialog publik yang berkelanjutan. Komunitas menilai berbagai persoalan daerah membutuhkan keberanian masyarakat sipil untuk berdiskusi secara terbuka dan merumuskan solusi bersama.
Ketua pelaksana, Eldy Supriadi, menegaskan bahwa program tahunan ini lahir dari kebutuhan untuk mengubah percakapan menjadi gerakan. Menurutnya, pertemuan langsung penting agar ide tidak berhenti sebagai wacana, tetapi berkembang menjadi aksi sosial yang terukur dan berdampak nyata.
Selain santunan anak yatim, forum diskusi akan membuka ruang kritik, pertukaran gagasan pembangunan, hingga evaluasi terhadap isu-isu sosial yang dinilai belum terselesaikan. Panitia berharap kegiatan ini menjadi titik temu antara kepedulian sosial dan keberanian menyuarakan aspirasi publik.
Pembagian takjil diposisikan bukan sekadar simbol berbagi, melainkan pengingat bahwa gerakan sosial harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa solidaritas publik tetap menjadi kekuatan utama komunitas.
Doa bersama akan menjadi penutup rangkaian kegiatan sebagai bentuk refleksi atas perjalanan gerakan sekaligus komitmen untuk terus konsisten mengawal isu-isu masyarakat. Penyelenggara menilai keberlanjutan gerakan jauh lebih penting daripada sekadar momentum seremonial.
Melalui kegiatan ini, Ruang Rakyat Garut menegaskan bahwa komunitas sipil harus hadir sebagai penggerak, bukan sekadar penonton. Silaturahmi dan diskusi diharapkan menjadi awal lahirnya langkah-langkah konkret yang lebih berani dalam merespons berbagai persoalan daerah.
