Ruangrakyatgarut.id 13 Februari 2026 — Dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-213 Kabupaten Garut, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Garut menggelar aksi simbolik sebagai bentuk refleksi dan pengingat terhadap komitmen kepemimpinan daerah.
Aksi yang berlangsung tertib dan damai tersebut menjadi ruang ekspresi moral mahasiswa dalam mengawal arah pembangunan daerah serta realisasi janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Garut yang sebelumnya telah disampaikan kepada masyarakat.
Kegiatan diisi dengan pembacaan pernyataan sikap, pemasangan poster reflektif, serta simbolisasi “pengingat janji” kepada kepala daerah. Melalui pesan-pesan yang dibawa, peserta aksi menekankan pentingnya konsistensi antara janji politik dan implementasi kebijakan di lapangan.Ketua Umum KAMMI Garut, Fikri Baehaki, menegaskan bahwa Hari Jadi Garut tidak seharusnya dimaknai sebatas seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi bersama.
“Hari Jadi Garut harus menjadi ruang muhasabah bersama. Janji kampanye adalah komitmen moral dan politik yang harus diwujudkan. Kami hadir untuk mengingatkan, bukan menjatuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari masyarakat,” ujar Fikri.
Ia menambahkan, mahasiswa memiliki peran sebagai agen kontrol sosial yang berkewajiban mengawal jalannya pemerintahan secara konstruktif. Kritik dan pengawasan, menurutnya, bukan bentuk oposisi, melainkan kontribusi demi memastikan kebijakan berjalan sesuai kepentingan rakyat.Dalam pernyataan sikapnya, KAMMI menyoroti sejumlah isu strategis daerah, di antaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat, penanganan pengangguran, pemerataan pembangunan antarwilayah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta perhatian terhadap sektor pendidikan dan pemberdayaan pemuda.
“Kami berharap pembangunan di Garut tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi benar-benar merata dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat secara keseluruhan. Kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemerintah daerah,” tambah Fikri.
Selain itu, KAMMI juga menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap generasi muda sebagai aset masa depan daerah. Pemuda dinilai perlu diberikan ruang partisipasi yang luas melalui pendidikan, pelatihan, serta kebijakan yang mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian.
Aksi simbolik ini sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengawal kebijakan publik secara konstruktif dan bertanggung jawab. Transparansi, akuntabilitas, serta komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.
“Kami percaya Garut bisa lebih maju jika kepemimpinan berjalan selaras dengan aspirasi rakyat. Kritik dan pengawasan adalah bagian dari cinta terhadap daerah. Kami berharap pemerintah daerah dapat menjadikan momentum ini sebagai pengingat untuk terus bekerja secara optimal demi kepentingan masyarakat,” tutup Fikri.
Aksi kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Garut. Melalui momentum Hari Jadi ini, KAMMI berharap visi dan misi yang pernah dijanjikan kepada masyarakat dapat direfleksikan kembali serta direalisasikan secara lebih cepat dan berkeadilan, demi terwujudnya Garut yang maju, adil, dan sejahtera.
