Ruangrakyatgarut.id 24 Maret 2026 – Arus balik Lebaran 2026 di Kabupaten Garut mulai memasuki fase krusial. Dinas Perhubungan (Dishub) Garut mencatat puluhan ribu kendaraan telah meninggalkan wilayah Garut pada hari keempat pasca-Idulfitri, menandai meningkatnya mobilitas masyarakat yang kembali ke daerah asal.
Pantauan dari udara di Simpang Sigobing, salah satu jalur utama keluar Garut, menunjukkan antrean kendaraan mengular sejak pagi hari. Volume kendaraan terpantau meningkat signifikan, terutama menuju arah Bandung dan sejumlah wilayah lain di Jawa Barat. Pergerakan lalu lintas pun cenderung melambat sepanjang hari akibat kepadatan tersebut.
Dishub Garut menegaskan bahwa lonjakan arus balik ini merupakan bagian dari gelombang besar yang telah diprediksi sebelumnya. Bahkan, kepadatan kendaraan yang terjadi disebut melebihi intensitas pada hari-hari sebelumnya, sebagaimana dilaporkan petugas di lapangan.
Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah, petugas gabungan dari Dishub, kepolisian, dan unsur pengamanan jalan dikerahkan secara maksimal. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara ketat, khususnya di titik-titik rawan kepadatan seperti jalur selatan serta akses keluar menuju Nagreg.
Sejumlah titik strategis, di antaranya Simpang Sigobing dan jalur Nagreg, kini menjadi fokus pengawasan intensif. Hal ini mengingat tingginya volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut.Dishub juga mengingatkan bahwa puncak arus balik berpotensi terjadi lebih cepat dari perkiraan. Dalam 24 hingga 48 jam ke depan, volume kendaraan diprediksi masih akan terus meningkat.
Pengendara diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga jarak aman, serta menghindari manuver berbahaya yang dapat memperburuk kondisi lalu lintas. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mempertimbangkan waktu perjalanan dan menghindari jam-jam puncak apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Dishub menekankan bahwa kedisiplinan pengguna jalan menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus balik tahun ini, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di tengah tingginya mobilitas kendaraan.
