Ruangrakyatgarut.id — Pengerjaan proyek jalan hotmix di Desa Cigaronggong, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, yang dibiayai dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp324.645.200, diduga tidak selesai sesuai perencanaan. Proyek yang dilaksanakan oleh CV MKAY tersebut kini menjadi sorotan warga karena dinilai mangkrak dan berpotensi menimbulkan dugaan penyimpangan anggaran. Rabu (14/1/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek peningkatan jalan hotmix menggunakan material AC-WC ini menghubungkan Dusun Peundeuy hingga Dusun Gadung. Meski memiliki nilai kontrak yang cukup besar, progres fisik pekerjaan dinilai sangat lambat. Bahkan, warga menyebut proyek tersebut telah dibangun hingga tiga kali, namun hasilnya tetap tidak tuntas dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
“Kami melihat proyek ini seperti dibiarkan terbengkalai. Tidak ada kejelasan kapan akan diselesaikan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain keterlambatan, kualitas pekerjaan juga menjadi perhatian masyarakat. Warga menilai hasil pekerjaan tidak sesuai standar teknis dan menduga adanya praktik penggelembungan biaya (mark up) maupun unsur gratifikasi dalam pelaksanaannya.
“Proyek ini berpotensi kuat mengandung unsur penyimpangan anggaran. Nilainya besar, tapi hasilnya tidak sebanding,” kata warga lainnya.
Seharusnya, proyek jalan tersebut rampung pada tahun 2025. Namun hingga memasuki awal tahun 2026, pekerjaan belum juga selesai. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dan memperkuat dugaan adanya lemahnya pengawasan atau penyalahgunaan dana desa.
Warga pun mendesak adanya klarifikasi terbuka dari pihak-pihak terkait, khususnya pemerintah desa dan kontraktor pelaksana. Mereka juga mendorong agar instansi berwenang seperti Bappeda maupun aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan, turut melakukan penelusuran dan investigasi.
“Pemerintah desa harus transparan. Jika perlu, aparat penegak hukum turun tangan untuk mengusut proyek ini,” tegas warga.
Sementara itu, Kepala Desa Cigaronggong, Adin Supardin, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan mangkraknya proyek jalan hotmix tersebut.
Warga menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berharap adanya kejelasan serta pertanggungjawaban dalam penggunaan dana desa agar kepercayaan publik tidak semakin menurun. (***)
