Ruangrakyatgarut.id 03 April 2026 – Panti Asuhan Lio Muhammadiyah terendam banjir setelah hujan deras mengguyur kawasan Garut sejak sore hingga malam, . Curah hujan tinggi dalam durasi panjang membuat air meluap dan masuk ke area panti, mengganggu aktivitas anak-anak asuh dan pengurus.
Kondisi banjir mulai terasa ketika air perlahan naik ke halaman panti menjelang malam. Hujan yang tidak kunjung reda membuat debit air semakin meningkat, hingga akhirnya menerjang ke berbagai ruangan penting yang digunakan para penghuni panti sehari-hari.
Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pihak Kelurahan Ciwalen segera turun ke lokasi untuk memastikan keadaan anak-anak panti tetap aman. Mereka melakukan pengecekan langsung ke sejumlah ruangan dan memberikan pendampingan kepada pengurus panti.
Ketinggian banjir di dalam panti dilaporkan mencapai sekitar 80 sentimeter. Kondisi tersebut membuat beberapa ruangan seperti area tidur, ruang belajar, dapur, hingga halaman tidak dapat digunakan karena tergenang air.
Para pengurus panti berupaya menyelamatkan barang-barang penting, termasuk dokumen, pakaian anak-anak, serta perlengkapan pengasuhan. Upaya pemindahan dilakukan secepat mungkin ke lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan lebih besar.
Anak-anak asuh sempat dievakuasi ke bagian bangunan yang lebih aman dan tidak terkena banjir. Pengurus memastikan mereka tetap tenang dan mendapatkan tempat beristirahat sementara, meski beberapa perlengkapan tidur basah dan rusak.
Hingga berita ini disampaikan, tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, sejumlah fasilitas panti mengalami kerusakan ringan hingga sedang, terutama perabotan yang terendam dan perlengkapan harian yang tidak lagi dapat digunakan.
Warga sekitar dan relawan juga terlihat membantu proses penanganan awal, termasuk membersihkan aliran air dan memindahkan barang yang masih bisa diselamatkan. Mereka turut memantau kondisi apabila sewaktu-waktu debit air kembali meningkat.
Aparat terkait diharapkan segera memberikan bantuan darurat mengingat panti asuhan tersebut menjadi tempat tinggal bagi puluhan anak yang membutuhkan perhatian khusus. Bantuan logistik seperti pakaian, selimut, makanan siap saji, serta alat kebersihan sangat dibutuhkan.
Pihak panti berharap pemerintah daerah memberikan solusi dan langkah penanganan jangka panjang, guna mencegah banjir berulang di kawasan tersebut. Mereka menilai mitigasi diperlukan agar keselamatan anak-anak asuh tetap terjamin di masa mendatang.
