Ruangrakyatgarut.id 26 Desember 2025— Panggung Rakyat Konsolidasi ke-5 kembali digelar sebagai bagian dari gerakan masyarakat sipil dalam mengawal perjalanan hampir satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Garut. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan , Jalan A. Yani Timur, Kabupaten Garut, dan dihadiri berbagai elemen masyarakat pada Jumat (tanggal menyesuaikan).
Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus evaluasi terhadap arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Garut serta sejauh mana keberpihakan pemerintah daerah terhadap kepentingan masyarakat luas. Konsolidasi digagas sebagai upaya menjaga daya kritis publik dan memastikan jalannya pemerintahan tetap sesuai dengan amanat rakyat.
Koordinator Panggung Rakyat Bebenah Garut, Dera Hermana, menyampaikan bahwa konsolidasi ke-5 merupakan bagian dari penguatan langkah menuju rencana aksi besar yang dijadwalkan berlangsung pada Februari mendatang. Menurutnya, konsolidasi diperlukan untuk menyatukan sikap, memperkuat barisan, serta menjaga agar gerakan rakyat tetap terorganisir dan memiliki arah perjuangan yang jelas.
Ia menilai, selama hampir satu tahun masa kepemimpinan berjalan, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar di Kabupaten Garut yang belum tertangani secara serius. Kondisi tersebut mendorong lahirnya ruang-ruang kritik dan pengawasan publik sebagai bentuk kontrol sosial agar roda pemerintahan tidak melenceng dari prinsip keadilan dan keberpihakan sosial.
Kegiatan konsolidasi di Bale Paminton dipilih sebagai ruang publik yang terbuka dan representatif bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta kegelisahan. Forum ini diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari organisasi kepemudaan (OKP), lembaga swadaya masyarakat (LSM), aktivis pergerakan, tokoh budaya, tokoh agama, hingga masyarakat umum.
Dalam forum tersebut, peserta menegaskan pentingnya pengawasan kolektif terhadap setiap kebijakan pemerintah daerah, khususnya kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Kritik dan masukan disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral warga negara, bukan sekadar sikap penolakan tanpa dasar.
Panggung Rakyat menegaskan bahwa gerakan ini bukan agenda seremonial semata, melainkan proses berkelanjutan untuk membangun kesadaran publik, memperkuat solidaritas lintas elemen, serta menjaga ruang dialog yang terbuka dan bermartabat. Konsolidasi ke-5 ini menjadi penegasan bahwa suara rakyat harus terus dirawat agar masyarakat Garut tetap menjadi subjek utama pembangunan.
