Ruangrakyatgarut.id 30 Maret 2026 – Suhu politik internal Partai Golkar Jawa Barat kian memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang akan menentukan Ketua DPD Golkar Jabar periode mendatang. Dua nama mencuat sebagai kandidat terkuat, yakni Ahmad Hidayat dan Daniel Mutaqien Syafiuddin, yang diprediksi akan bertarung sengit.
Dinamika internal partai semakin terasa seiring mendekatnya agenda Musda. Pergerakan dukungan di tingkat DPD kabupaten/kota berlangsung cepat dan mulai mengerucut pada dua poros utama, meski diwarnai gesekan antar-kelompok.
Ahmad Hidayat, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Barat sekaligus Ketua AMPI Jabar, mengklaim telah mengantongi dukungan mayoritas dari sejumlah pengurus daerah. Ia dinilai sebagai representasi regenerasi kepemimpinan yang mampu membawa energi baru bagi Golkar.
Sejumlah kader muda melihat Ahmad sebagai figur yang adaptif terhadap perubahan politik dan memiliki kedekatan dengan akar rumput. Faktor ini dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat basis elektoral partai di Jawa Barat.
Di sisi lain, Daniel Mutaqien Syafiuddin hadir dengan pengalaman politik yang matang. Sebagai anggota DPR RI, ia memiliki jejaring nasional yang luas dan hubungan kuat dengan elite partai di tingkat pusat.
Dukungan terhadap Daniel disebut mengalir dari berbagai elemen, termasuk organisasi sayap partai dan tokoh senior Golkar. Ia dipandang sebagai sosok yang mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi internal.
Persaingan kedua tokoh ini menjadikan Musda Golkar Jabar sebagai salah satu kontestasi internal paling disorot secara nasional. Hasilnya diyakini akan berpengaruh terhadap arah kebijakan dan konsolidasi partai pasca Pemilu 2024.
Meski demikian, sejumlah DPD kabupaten/kota masih belum menyatakan sikap resmi. Mereka memilih menunggu kepastian jadwal Musda serta arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar guna memastikan proses berjalan sesuai mekanisme.
Pengamat politik menilai meningkatnya intensitas komunikasi kedua kubu merupakan bagian dari dinamika demokrasi internal partai. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa Golkar Jawa Barat memiliki basis kader yang aktif, kompetitif, dan solid dalam berorganisasi.
Para kader berharap Musda dapat berlangsung secara terbuka, demokratis, dan tetap menjaga persatuan. Siapapun yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi pemersatu sekaligus memperkuat posisi Golkar di Jawa Barat menghadapi tantangan politik ke depan.
