Ruangrakyatgarut.id — Ruang Rakyat Garut (RRG) menggelar kegiatan bertajuk RRG Ramadhan 2026 di Pujasega Resto, Sabtu (14/3/2026) mulai pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam mengisi bulan suci Ramadan melalui aksi sosial sekaligus forum diskusi publik yang melibatkan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Garut.
Mengusung tema “Merajut Kepedulian, Menguatkan Gagasan, Menjaga Kebersamaan”, kegiatan tersebut menghadirkan rangkaian aktivitas sosial, keagamaan, serta dialog terbuka antara unsur pemerintah daerah dan para aktivis masyarakat.
Dalam sesi Diskusi Garutan, dengan menghadirkan H. Agus Indra, SHI dan Syam Yosef Djojo, SH., MH sebagai perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Garut. Keduanya menyampaikan pandangan terkait berbagai program pembangunan daerah serta pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah.
Diskusi juga menghadirkan sejumlah aktivis yang dikenal aktif mengawal kebijakan publik di Garut, di antaranya Awing Rantik, Abeng Marko, dan Yuyus MK. Para aktivis tersebut menyampaikan pandangan serta kritik konstruktif terkait dinamika pembangunan daerah dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal kebijakan pemerintah.
Pemerintah Apresiasi Ruang Dialog Publik
H. Agus Indra mengapresiasi terselenggaranya forum diskusi yang diinisiasi oleh Ruang Rakyat Garut. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah daerah.
“Pemerintah Kabupaten Garut tentu menyambut baik forum-forum diskusi seperti ini. Ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat harus terus dibuka agar berbagai gagasan, kritik, maupun saran dapat menjadi bahan evaluasi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
“Pembangunan daerah memerlukan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk aktivis, komunitas, dan tokoh masyarakat. Kritik tentu kami terima selama disampaikan secara konstruktif demi kemajuan Garut,” tambahnya.
Sementara itu, Syam Yosef Djojo menilai forum diskusi publik merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat di daerah.
“Forum seperti ini sangat baik karena mempertemukan berbagai sudut pandang. Pemerintah tentu tidak anti kritik, justru kritik yang membangun sangat diperlukan agar kebijakan yang diambil dapat lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia berharap Ruang Rakyat Garut dapat terus menjadi wadah dialog yang produktif bagi masyarakat.
Aktivis Soroti Evaluasi Pemerintahan
Dalam diskusi tersebut, aktivis Garut Awing Rantik menyoroti perjalanan satu tahun pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Garut.
Menurutnya, momentum awal kepemimpinan seharusnya dimanfaatkan untuk menata arah pembangunan secara lebih jelas.
Ia menilai perubahan anggaran memiliki posisi strategis karena menjadi ruang kebijakan yang berada dalam kewenangan kepala daerah.
“Momentum anggaran perubahan seharusnya sudah mulai memperlihatkan arah program prioritas yang ingin dijalankan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Awing juga menyoroti pentingnya regulasi sebagai indikator keseriusan pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan. Ia mempertanyakan sejauh mana implementasi program pembangunan yang tercantum dalam dokumen perencanaan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Dalam dokumen perencanaan terdapat puluhan program pembangunan. Pertanyaannya adalah bagaimana implementasinya di lapangan dan sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kritik yang disampaikan merupakan bagian dari kontrol sosial masyarakat terhadap jalannya pemerintahan.
Soroti Pentingnya Komunikasi Pemerintah
Aktivis lainnya, Yuyus MK, menyoroti pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat maupun lembaga legislatif. Ia menilai komunikasi yang terbuka menjadi kunci dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, minimnya komunikasi dapat menghambat proses evaluasi terhadap kinerja pemerintahan.
Meski demikian, Yuyus memandang berbagai kebijakan yang telah dilakukan pemerintah daerah sebagai bagian dari proses menuju visi pembangunan yang lebih baik.
“Apa yang sudah dilakukan saat ini merupakan anak tangga untuk menuju Garut Hebat,” ujarnya.
Santunan Anak Yatim dan Kebersamaan Ramadan
Selain diskusi publik, kegiatan RRG Ramadhan 2026 juga diisi dengan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Acara kemudian dilanjutkan dengan kultum serta doa bersama untuk memohon keberkahan bagi Kabupaten Garut.
Untuk menciptakan suasana kebersamaan yang lebih hangat, kegiatan juga menghadirkan hiburan ringan seperti stand-up comedy, karaoke live, serta sesi foto bersama yang menjadi penutup acara.
Ketua Pelaksana sekaligus Presidium RRG, Eldy Supardi, berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang bertukar gagasan bagi berbagai kalangan di Kabupaten Garut.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya dialog, kepedulian sosial, serta semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Garut,” ujarnya. (Hil)
