Ruangrakyatgarut.id – Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) menggelar peringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) 2026 di Lapang Harum Madu, Kampung Neglasari, Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jumat (27/3/2026).
Gemericik air Sungai Cimanuk selama ini menjadi denyut kehidupan masyarakat Garut. Namun, keberlanjutannya kini bergantung pada kesadaran dan peran generasi muda. Melalui momentum ini, SSC menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai konservasi sejak dini sebagai fondasi masa depan lingkungan yang berkelanjutan.
Camat Bayongbong, Jeje Jenal Abidin, menekankan bahwa air merupakan faktor utama penopang kehidupan masyarakat, khususnya di daerah agraris seperti Kabupaten Garut.
“Air menjadi sumber utama bagi pertanian, perikanan, dan kebutuhan sehari-hari. Karena itu, kelestarian alam harus terus dijaga sebagai cadangan sumber air, serta digunakan secara bijak,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menanam pohon dan menjaga kebersihan lingkungan guna menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
Apresiasi turut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Iwan Riswandi. Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi SSC sejalan dengan upaya membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.
“Program Sekolah Sungai Cimanuk sangat baik jika dikenalkan sejak dini, mulai dari jenjang PAUD, SD hingga SMP, agar anak-anak memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan bijak dalam menggunakan air,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur SSC, Mulyono Kadafi, menyampaikan bahwa peringatan Hari Air Sedunia merupakan agenda rutin tahunan. Ia menegaskan bahwa air adalah kebutuhan primer makhluk hidup setelah oksigen, sehingga keberadaannya harus dijaga secara serius.
Ia juga menjelaskan bahwa Lapang Harum Madu dipilih sebagai lokasi kegiatan karena telah disiapkan sebagai kawasan pembibitan tanaman keras. Bibit-bibit tersebut nantinya akan ditanam di lahan-lahan kritis sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar untuk menjaga stabilitas sumber air dan terus melakukan penghijauan secara konsisten,” katanya.
Peringatan Hari Air Sedunia 2026 ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus melakukan penghijauan di berbagai lahan kritis, demi menjaga keberlanjutan sumber daya air dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Garut.
