Ruangrakyatgarut.id 20 Januari 2026 – Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi Partai Golkar, H. Iman Alirahman, SH., M.Si., melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar di Aula Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja. Kegiatan ini menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga perwakilan kelompok warga.
Reses tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, aparatur kecamatan dan desa, serta masyarakat setempat. Dalam suasana dialogis, warga menyampaikan beragam aspirasi dan keluhan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, sektor pertanian, serta kebutuhan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, H. Iman Alirahman menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban konstitusional anggota DPRD untuk mendengar secara langsung suara dan kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang dihimpun dalam kegiatan ini, kata dia, akan menjadi bahan pokok dalam penyusunan program serta pembahasan kebijakan di DPRD Kabupaten Garut.
“Reses ini menjadi bagian dari rangkaian penyusunan rencana program pembangunan tahun 2027, sehingga aspirasi yang disampaikan hari ini dapat diintegrasikan dan dibahas secara formal melalui mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musbangdes),” ujarnya.
Sejumlah aspirasi strategis disampaikan warga dalam reses tersebut. Pertama, terkait persoalan pengendalian banjir di Desa Wanajaya. Warga menilai proyek saluran air yang dibangun pada tahun 2025 belum mampu menyelesaikan persoalan secara tuntas, khususnya akibat penyempitan saluran di wilayah pusat banjir. Kondisi ini menyebabkan debit air dari bagian hulu yang semestinya selebar lima meter mengalir ke saluran yang lebih sempit, sehingga banjir masih kerap terjadi.
Sebagai solusi, warga mengusulkan pembangunan sodetan di wilayah hulu yang diperkirakan akan melibatkan beberapa desa. Menanggapi hal tersebut, Iman Alirahman mendorong agar usulan tersebut dimasukkan dalam perencanaan lintas wilayah.
“Ini tidak lagi menjadi persoalan Desa Wanajaya semata, tetapi harus menjadi prioritas Kecamatan Wanaraja, sehingga di tingkat kabupaten dapat kita perkuat,” jelasnya.
Kedua, aspirasi disampaikan oleh pelaku usaha mikro kecil, khususnya ibu-ibu pelaku jasa buket, yang terdampak kebijakan larangan penyelenggaraan wisuda. Kebijakan tersebut dinilai berdampak langsung pada menurunnya peluang usaha dan pendapatan masyarakat.
Menanggapi hal ini, Iman Alirahman menyampaikan perlunya pencarian solusi melalui alih profesi maupun pengembangan usaha alternatif, serta membuka peluang pembahasan bantuan melalui program hibah di tingkat kabupaten.
Ketiga, aspirasi strategis lainnya berkaitan dengan pengembangan budidaya Domba Garut. Desa Wanajaya disebut memiliki nilai historis sebagai salah satu sentra Domba Garut di Kabupaten Garut. Warga mengusulkan peningkatan kegiatan inseminasi buatan (IB), pelatihan peternak, serta pembinaan yang lebih terprogram dan berkelanjutan.
“Domba Garut merupakan ikon Kabupaten Garut dengan nilai ekonomi yang tinggi. Namun, selama ini pembibitan masih bersifat sporadis. Perlu penetapan wilayah-wilayah khusus sebagai pusat pengembangan agar budidayanya lebih terarah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengembangan Domba Garut juga memiliki potensi besar bagi generasi muda, baik dari sisi ekonomi maupun dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Menutup kegiatan reses, H. Iman Alirahman menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan reses serta menegaskan komitmennya untuk menghimpun, mematangkan, dan mengawal seluruh aspirasi masyarakat agar dapat diperjuangkan dalam tahapan perencanaan dan penganggaran daerah.
“Alhamdulillah, reses hari ini berjalan dengan baik. Selanjutnya, hasil ini akan kita himpun dan matangkan dalam proses perencanaan pembangunan,” pungkasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam proses pembangunan dengan menyampaikan aspirasi secara konstruktif dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi diskusi dan dokumentasi bersama sebagai bentuk komitmen wakil rakyat dalam menjaga komunikasi dan kedekatan dengan konstituennya. (Hil)
