Ruangrakyatgarut.id 24 Maret 2026 – Insiden padamnya listrik di Puskesmas Tarogong memicu keprihatinan publik setelah muncul dugaan bahwa pemadaman tersebut terjadi akibat token listrik yang habis. Peristiwa ini viral di media sosial setelah seorang warga, Agi Singgit, mengunggah video saat saudaranya hendak melahirkan di fasilitas kesehatan tersebut.
Dalam video yang dibagikan melalui akun Facebook miliknya, Agi memperlihatkan kondisi puskesmas yang gelap dan layar meteran listrik yang diduga menunjukkan saldo token habis. Ia juga sempat mengecek sejumlah ruangan pasien, di mana beberapa pasien terlihat mulai cemas—terutama karena ada yang sedang bersiap menjalani proses persalinan, sementara pasien lainnya memerlukan penerangan dan stabilitas alat medis.
Agi menilai kondisi tersebut menunjukkan kurangnya kesiapsiagaan petugas maupun manajemen Puskesmas Tarogong dalam menjaga agar layanan medis tetap berjalan aman.
Dalam unggahan yang kini tersebar luas, Agi menjelaskan bahwa listrik padam ketika keluarganya sedang sakit dan membutuhkan pelayanan. Kejadian itu membuat keluarga pasien panik, mengingat listrik merupakan elemen vital dalam pelayanan medis, terutama pada keadaan darurat.
“Ini bukan soal kenyamanan, tapi soal keselamatan. Bagaimana bisa fasilitas kesehatan kehabisan token listrik?” tulis Agi dalam unggahannya yang memicu banyak respons dari warganet.
Pihak keluarga pasien mengaku telah meminta klarifikasi dari petugas mengenai pemadaman tersebut. Dugaan sementara menyebutkan saldo token listrik tidak mencukupi sehingga sistem otomatis memutus aliran listrik saat puskesmas masih melayani pasien.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Puskesmas Tarogong maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Garut terkait penyebab pasti insiden tersebut. Publik menilai peristiwa semacam ini tidak seharusnya terjadi di fasilitas kesehatan yang dituntut memiliki standar kesiapsiagaan tinggi guna menjamin keselamatan pasien.
Insiden tersebut juga memicu desakan dari berbagai kalangan, termasuk warganet dan aktivis kesehatan, agar pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen operasional puskesmas—khususnya terkait pengelolaan listrik, kesiapan alat medis, dan kemampuan petugas merespons situasi darurat.
