Ruangrakyatgarut.id 15 Januari 2026 — Gebyar Eksklusif Mandraguna Grow Indonesia menjadi momentum penting dalam menguatkan kesadaran kolektif akan peran strategis sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, sekaligus bagian dari ketahanan nasional. Kegiatan ini tidak hanya menyoroti inovasi pertanian ramah lingkungan, tetapi juga menyatukan nilai spiritual, kebangsaan, dan visi pembangunan nasional.
Dalam pernyataannya, Lettkol Inf Sihono menegaskan bahwa menumbuhkan pertanian bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bentuk ikhtiar mulia di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
“Menumbuhkan itu bisa menciptakan tersedianya pangan, dan itu merupakan kemuliaan di hadapan Tuhan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Ia mengaitkan langsung praktik pertanian yang baik dengan visi dan misi Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya pada cita-cita kemandirian bangsa yang tercantum dalam agenda prioritas nasional. Menurutnya, ketika petani mampu mengolah lahan dengan metode yang benar, nutrisi yang baik, dan menghasilkan produk berkualitas, maka secara sadar maupun tidak sadar, mereka telah berkontribusi nyata dalam menyukseskan program pemerintah.
“Dengan hasil yang baik, alam yang terjaga, dan produksi yang berkelanjutan, itu sudah membantu program pemerintah. Pertanian yang sehat akan melahirkan kesejahteraan,” katanya.
Lebih jauh, Lettkol Inf Sihono menekankan bahwa pertanian memiliki keterkaitan erat dengan pertahanan nasional. Ia menilai isu pertahanan tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan pangan dan kesejahteraan rakyat. Dalam konteks ini, ia juga menyinggung rencana besar penguatan institusi TNI ke depan, yang kerap disalahpahami publik.
“Jangan salah persepsi. Penguatan TNI bukan semata soal jumlah personel, tapi untuk memastikan negara ini kuat dan rakyatnya sejahtera. Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional,” tegasnya.
Ia turut menyampaikan informasi mengenai besarnya peluang generasi muda untuk berkarier di TNI, sekaligus mengajak masyarakat agar menyiapkan anak-anaknya sejak dini, baik secara fisik, mental, maupun moral. Menurutnya, kesempatan tersebut harus dipandang sebagai peluang pengabdian, bukan beban.
Menutup pernyataannya, Lettkol Inf Sihono menyampaikan harapan besar agar inovasi pertanian melalui Mandraguna Grow Indonesia mampu menjadi jalan kesejahteraan bagi masyarakat Garut dan sekitarnya, bahkan menginspirasi daerah lain di Indonesia
.
“Kita harus bertekad, upaya melalui Mandraguna Grow ini bisa mensejahterakan masyarakat Garut dan masyarakat Indonesia. Semoga negeri ini semakin sejahtera, dan para pemimpin kita diberi keselamatan serta keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita bangsa,” pungkasnya.
Gebyar Eksklusif Mandraguna Grow Indonesia pun menjadi simbol sinergi antara pertanian, lingkungan, spiritualitas, dan nasionalisme—sebuah ikhtiar bersama menuju Indonesia yang mandiri, sejahtera, dan berdaulat. (Hil)
